Prabowo Tegaskan Makan Bergizi Gratis Jawaban Masalah Gizi Anak

Foto Presiden RI Prabowo Subianto
Inspirasikalbar, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan jawaban negara atas persoalan gizi anak yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia.
Program ini di nilai sebagai langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Presiden menyampaikan bahwa berbagai kajian menunjukkan masih banyak anak Indonesia yang mengalami kekurangan gizi, bahkan berangkat ke sekolah tanpa sarapan yang layak.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada konsentrasi belajar, kesehatan, dan pertumbuhan anak. Oleh karena itu, negara harus hadir secara langsung melalui kebijakan konkret yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Program MBG resmi di luncurkan pada 6 Januari 2025 dan hingga satu tahun pelaksanaan telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat. Sasaran program ini meliputi anak-anak sekolah, ibu hamil, serta ibu menyusui di berbagai daerah.
Pemerintah menilai capaian tersebut sebagai salah satu program pemenuhan gizi terbesar yang pernah dijalankan di Indonesia.
Untuk mendukung pelaksanaan program, pemerintah membentuk Badan Gizi Nasional (BGN) serta ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di puluhan provinsi.
Satuan-satuan ini bertugas memastikan distribusi makanan bergizi berjalan sesuai standar kesehatan dan kebutuhan gizi penerima manfaat.
Meski demikian, Presiden mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan, termasuk pengawasan dan kualitas pelaksanaan di beberapa daerah.
Pemerintah berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbaiki sistem agar program berjalan lebih optimal.
Mulai tahun mendatang, pemerintah menargetkan penerapan standar pelaksanaan yang lebih ketat guna meminimalkan kesalahan.
Presiden menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Pemerintah menilai keberhasilan program ini akan sangat menentukan kualitas pembangunan nasional di masa depan.
