Pemkab Kubu Raya Siapkan Strategi Pengelolaan Bundaran Gaforaya

Inspirasikalbar, KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mematangkan strategi pengelolaan kawasan Bundaran Gaforaya sebelum di buka secara luas untuk masyarakat.
Pengaturan akses kendaraan, ketersediaan parkir, hingga sistem keamanan menjadi fokus utama agar ikon baru daerah tersebut tidak justru menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Hal itu di tegaskan Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto saat memimpin rapat koordinasi pengelolaan kawasan Bundaran Gaforaya di Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, Bundaran Gaforaya merupakan aset publik yang dibangun dari uang rakyat dan karenanya harus di jaga secara kolektif.
“Gaforaya ini adalah milik bersama. Yang membangun juga dari uang rakyat. Jadi ini milik bersama, di pelihara bersama,” ujar Sukiryanto.
Ia mengungkapkan, rapat tersebut membahas tahapan akhir konsep pengelolaan kawasan, terutama terkait skema keluar-masuk kendaraan serta penataan area parkir jika kawasan tersebut di buka untuk umum. Menurutnya, dua hal itu menjadi persoalan krusial yang harus di selesaikan sejak awal.
“Masalah utama yang harus segera di pecahkan adalah tata kelola masuk-keluar kendaraan dan ketersediaan tempat parkir,” sebutnya.
Selain itu, aspek keamanan juga menjadi perhatian serius. Sukiryanto mengingatkan agar Pemkab tidak lengah terhadap potensi vandalisme, pelanggaran ketertiban, hingga persoalan kebersihan lingkungan.
“Kalau tidak, khawatir habis bunga-bunga itu. Bunga, kemudian kotoran, merokok. Itu harus diantisipasi,” tandasnya.
Sukiryanto menegaskan, konsep pengelolaan Bundaran Gaforaya tidak bisa di samakan dengan taman kota di daerah besar yang di biayai penuh oleh APBN.
Menurutnya, kawasan tersebut di bangun dari kemampuan daerah sehingga membutuhkan kesadaran bersama untuk menjaganya.
“Kalau kita punya ini kan dari kita, untuk kita, yang harus kita jaga bersama,” ucapnya.
Ia menambahkan, Pemkab Kubu Raya juga membuka peluang kemitraan dengan pengusaha lokal agar pengelolaan kawasan dapat berjalan berkelanjutan melalui skema saling menguntungkan dan berbagi beban biaya operasional.
