23 Januari 2026

Pemkab Kubu Raya Siapkan Anggaran BTT untuk Antisipasi Karhutla

b5bfbebc-70e8-4f55-bacb-2af1f0837d4a

Foto : Bupati Kubu Raya Sujiwo Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Kantor Bupati Kubu Raya

Inspirasikalbar,KUBU RAYA — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama stakeholder terkait menggelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa, 20 Januari 2026.

Apel ini di laksanakan sebagai langkah awal menghadapi potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan akibat cuaca kering yang melanda wilayah Kalbar.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh kesiapsiagaan personel di lapangan, termasuk kesiapan anggaran operasional.

Ia memastikan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga konsumsi personel akan di tanggung melalui anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

“Dalam situasi seperti ini memang tidak bisa kita hindari. Kita tidak boleh lengah dan saya pastikan di-back up melalui anggaran BTT dan juga dengan pribadi,” tegas Sujiwo.

Ia menekankan bahwa Kabupaten Kubu Raya memiliki objek vital nasional, yakni Bandara Internasional Supadio, sehingga kewaspadaan terhadap karhutla harus lebih di tingkatkan.

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpengaruh besar terhadap perekonomian dan investasi.

“Jika terjadi karhutla, dampaknya terhadap perputaran ekonomi dan investasi sangat besar. Karena itu Kubu Raya harus selalu siap siaga,” ujarnya.

Sujiwo juga menyampaikan bahwa Kabupaten Kubu Raya merupakan wilayah dengan potensi kebencanaan yang cukup tinggi. Setidaknya terdapat tiga jenis bencana yang kerap terjadi, yaitu kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau, banjir, serta angin puting beliung.

“Saya pastikan semua akan diback up dengan anggaran. Saya tidak ingin mendengar ada personel yang tidak terurus makan dan minumnya. Pemerintah daerah bertanggung jawab penuh,” tegasnya kembali.

MPA Desa Harus Di tingkatkan

Selain itu, Sujiwo memberikan perhatian khusus kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa. Ia meminta agar dilakukan pendataan terhadap kebutuhan peralatan MPA, seperti selang, mesin pompa, dan perlengkapan pendukung lainnya.

“Setidaknya kita bisa memberikan atensi. Tolong didata apa saja yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalbar, Sutikno, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan satelit, seluruh wilayah Kalimantan Barat masih berada dalam kondisi minim curah hujan.

“Sampai hari ini belum ada tanda-tanda hujan dan kondisi ini diperkirakan berlangsung selama satu minggu ke depan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Kubu Raya saat ini menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak di Kalbar, yakni sekitar 40 titik. Kondisi cuaca kering, angin kencang, dan rendahnya uap air membuat potensi kebakaran semakin tinggi.

“Seminggu ke depan masih rawan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran dalam bentuk apa pun karena sangat berbahaya, terutama di wilayah gambut,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *