23 Januari 2026

Karhutla Landa Sejumlah Wilayah di Kalbar, BPBD Minta Dukungan Water Bombing

75e5b9c1-8c55-4836-93a2-873c18d78e01

Inspirasikalbar,PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Barat.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS) BPBD Provinsi Kalbar hingga 21 Januari 2026, karhutla terjadi di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Kubu Raya dengan total luas lahan terbakar sementara mencapai puluhan hektare  .

Koordinator Harian PUSDALOPS PB BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan bahwa di Kabupaten Sambas, karhutla telah terjadi sejak 16 Januari 2026 dan berdampak pada empat kecamatan dan lima desa.

Lahan yang terbakar di dominasi oleh lahan gambut dan tanah mineral, dengan luas sementara tercatat sekitar 34,4 hektare.

“Beberapa titik api sudah berhasil di padamkan, namun hingga saat ini masih terdapat lokasi yang api-nya aktif, terutama di Kecamatan Selakau Timur,” ujar Daniel, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, wilayah yang terdampak di Kabupaten Sambas meliputi Desa Lambau Kecamatan Jawai dan Desa Balai Gemuruh Kecamatan Subah yang saat ini sudah padam.

Sementara itu, api masih terpantau di Desa Temajuk Kecamatan Paloh serta Desa Selakau Tua dan Desa Seranggam di Kecamatan Selakau Timur.

Selain Sambas, karhutla juga terjadi di Kabupaten Kubu Raya, yang telah menetapkan Status Siaga Darurat Kabut Asap.

BPBD setempat telah mengaktifkan Pos Komando Siaga Bencana Kabut Asap dan melaksanakan apel kesiapsiagaan sebagai langkah preventif.

“Untuk Kubu Raya, titik kebakaran berada di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Kakap, tepatnya di beberapa lokasi permukiman dan lahan tidak di kelola. Luas lahan terbakar masih dalam proses pendataan,” kata Daniel.

BPBD Provinsi Kalbar juga telah menurunkan tim operasi karhutla pada 20 Januari 2026. Pemadaman di lakukan sejak pagi hingga sore hari di wilayah Kecamatan Sungai Raya, dengan estimasi luas lahan terbakar sekitar 5 hektare, dan area yang berhasil di padamkan mencapai 2,5 hektare.

Namun demikian, Daniel mengakui sejumlah kendala di lapangan masih di hadapi petugas, seperti jauhnya sumber air, sulitnya pendataan luas lahan terbakar, serta keterbatasan peralatan pemadam di tingkat desa dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Kami sangat membutuhkan dukungan, terutama pesawat water bombing, drone untuk pendataan, serta mesin dan selang pemadam untuk desa dan BPBD,” tegasnya.

BPBD Provinsi Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing guna mencegah meluasnya dampak karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *