HUT ke-69 Kalbar: Wabup Kubu Raya Bacakan Amanat Gubernur

Foto : Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto Saat Jadi Pembina Upacara Hut Kalbar ke 69
Inspirasikalbar, Kubu Raya-Peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Pemkab Kubu Raya berlangsung khidmat.
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, membacakan amanat Gubernur Kalimantan Barat yang menegaskan pentingnya percepatan pembangunan merata, penguatan kolaborasi daerah, serta ketahanan ekonomi Kalbar di tengah keterbatasan fiskal dan tantangan nasional.
Dalam amanat tersebut, Sukiryanto menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-69 menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang Kalimantan Barat sejak ditetapkan sebagai provinsi pada 1 Januari 1957.
Momentum ini, kata dia, sekaligus menjadi pengingat atas amanah para pendahulu untuk terus melanjutkan pembangunan melalui kerja nyata dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Tema HUT ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat adalah Bergerak Maju Bersama Membangun Kalimantan Barat Sejahtera, yang menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke pedesaan, perbatasan, pedalaman, dan pesisir,” ujar Sukiryanto membacakan sambutan gubernur.
Ia menegaskan, semangat tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, berdaulat, mandiri, dan sejahtera melalui pemerataan pembangunan nasional. Kalimantan Barat diharapkan tidak hanya tumbuh, tetapi juga semakin tangguh dan berdaya saing.
Sepanjang tahun 2025, Kalimantan Barat mencatat sejumlah capaian makro yang positif. Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 72,09 poin, persentase penduduk miskin berhasil ditekan hingga 6,16 persen, serta tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,82 persen. Pertumbuhan ekonomi daerah diproyeksikan berada pada kisaran 5,1 hingga 5,3 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, Sukiryanto menyampaikan masih terdapat tantangan, terutama terkait keterbatasan fiskal dan penyesuaian program strategis nasional dan daerah. Kondisi tersebut menuntut kebijakan yang adaptif, strategi fiskal yang cermat, serta terobosan inovatif.
Menutup amanat, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dan menjaga semangat gotong royong. Ia juga mengajak masyarakat mendoakan korban bencana banjir di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya, serta berharap Kalimantan Barat senantiasa dalam kondisi aman, damai, dan sejahtera.
