Inspirasi Kalbar
Beranda Daerah BPM Sambut Forkopimda di Tradisi Meriam Karbit Pontianak

BPM Sambut Forkopimda di Tradisi Meriam Karbit Pontianak

Inspirasikalbar, PONTIANAK — Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menyambut kehadiran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam kegiatan tradisi Meriam Karbit yang di gelar di Jalan Tanjung Raya 1, Gang Dharma Putra, Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur, Sabtu (21/3/2026) malam.

Tradisi Meriam Karbit merupakan warisan budaya takbenda yang rutin memeriahkan malam takbiran Idulfitri di sepanjang bantaran Sungai Kapuas. Pada tahun ini, sebanyak 229 meriam kayu di siapkan di 37 titik, dengan dentuman khas yang menjadi simbol kebersamaan masyarakat Pontianak dalam menyambut Hari Raya.

Meriam karbit di buat dari kayu mabang atau meranti dengan panjang mencapai 5–6 meter dan diameter 50–70 sentimeter. Bahan bakar karbit menghasilkan suara menggelegar yang menjadi daya tarik utama festival rakyat tersebut.

Ketua Umum BPM Kalbar, Gusti Eddy, mengatakan tradisi ini menjadi agenda tahunan sekaligus wujud kekompakan anggota BPM dalam melestarikan budaya lokal.

“Tradisi meriam karbit ini agenda tahunan dan menjadi aspirasi kekompakan anggota BPM. Ini budaya yang harus terus kita jaga. BPM sendiri baru dua tahun ikut serta, sebelumnya masih meminjam lokasi, sekarang sudah memiliki tempat sendiri berkat dukungan DPP dan satgas,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain sebagai pelestarian budaya, kegiatan ini juga berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Namun, ia mengakui jumlah pengunjung tahun ini mengalami penurunan akibat antrean panjang BBM di sejumlah SPBU di Pontianak.

“Tahun ini memang lebih sepi dibandingkan tahun lalu karena kondisi antrean BBM yang cukup panjang,” tambahnya.

Gusti Eddy juga berharap pemerintah dapat kembali menggelar perlombaan festival meriam karbit pada tahun mendatang agar bisa berkembang menjadi event nasional hingga internasional.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan pentingnya menjaga tradisi tersebut agar tidak punah.

“Festival Rakyat Meriam Karbit adalah tradisi adat budaya yang telah ada sejak lama, mari kita jaga dan lestarikan agar tidak hilang,” katanya.

Perwakilan ormas Dayak, David Oendoen, turut menekankan bahwa tradisi ini menjadi simbol keharmonisan lintas etnis di Kota Pontianak.

“Kehadiran kami sebagai bentuk kebersamaan dan kolaborasi antar organisasi. Tradisi ini adalah milik kita bersama yang harus dilestarikan,” tegasnya.

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan