24 Februari 2026

Ahli Gizi SPPG Pal IX Klarifikasi Menu MBG SDN 10 Sungai Kakap

f8ac31f3-97cc-4fbf-89b8-5b068cd2891f

Foto : Ahli Gizi SPPG Pal IX, Melinda Maharani, S.Tr.Gz

Inspirasikalbar,KUBU RAYA – Polemik mengenai menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di terima siswa di SDN 10 Sungai Kakap selama bulan Ramadan mendapat klarifikasi dari pihak penyusun menu.

Ahli Gizi SPPG Pal IX, Melinda Maharani, S.Tr.Gz, memastikan bahwa makanan yang di bagikan kepada para siswa telah di susun berdasarkan standar gizi seimbang dan mengikuti prosedur resmi yang berlaku.

Melinda menjelaskan bahwa menu yang diberikan kepada siswa telah melalui perhitungan nutrisi secara detail.

Menurutnya, setiap paket makanan tidak hanya di siapkan untuk memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga memperhatikan kandungan protein, lemak, serat, serta kalori yang di butuhkan anak-anak usia sekolah.

“Menu yang di salurkan kepada siswa sudah di hitung kandungan gizinya secara menyeluruh. Kami memastikan setiap paket memiliki komposisi energi, protein, lemak, dan serat yang cukup untuk mendukung kebutuhan gizi anak,” ujarnya saat memberikan klarifikasi terkait menu MBG di Desa Pal IX.

Porsi di Bagi Menjadi dua jenis

Ia mengatakan, paket makanan yang di bagikan di bagi menjadi dua kategori, yakni porsi kecil dan porsi besar. Pembagian tersebut di sesuaikan dengan kebutuhan gizi siswa serta di rancang untuk konsumsi selama tiga hari sekolah, yaitu Senin hingga Rabu.

Untuk porsi kecil, menu yang di berikan meliputi tahu bakso, ayam ungkep, telur puyuh, roti abon, serta somay ayam. Sedangkan pada porsi besar, menu dasarnya sama, namun terdapat tambahan satu butir telur ayam, tambahan telur puyuh, serta roti dengan isian kacang hijau.

“Perbedaan porsi ini bertujuan agar kebutuhan gizi siswa tetap tercukupi. Pada porsi besar ada tambahan telur ayam dan telur puyuh serta roti kacang hijau sebagai sumber energi tambahan,” jelas Melinda.

Ia juga menegaskan bahwa menu tersebut dirancang dengan sumber protein yang seimbang. Protein hewani berasal dari ayam, somay ayam, serta telur ayam dan telur puyuh. Sementara protein nabati diperoleh dari tahu yang menjadi bagian dari menu.

“Komposisi ini memang kami buat seimbang, ada protein hewani dan nabati. Selain itu, serat tambahan juga diperoleh dari kacang hijau, sedangkan karbohidrat berasal dari roti yang diberikan kepada siswa,” katanya.

Terkait isu mengenai kondisi makanan yang diterima siswa, Melinda menjelaskan bahwa sistem distribusi telah memperhatikan aspek keamanan pangan. Beberapa menu seperti ayam ungkep diproses dengan sistem pembekuan atau frozen untuk menjaga kualitas makanan selama proses distribusi.

“Menu seperti ayam ungkep diproses secara frozen agar kualitasnya tetap terjaga. Saat diterima siswa, kondisinya masih dingin atau setengah beku sehingga aman dikonsumsi sesuai waktu yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Melinda juga meluruskan informasi yang beredar mengenai durasi pemberian makanan. Ia memastikan bahwa paket yang dibagikan kepada siswa merupakan jatah untuk tiga hari sekolah, bukan dua hari seperti yang sempat beredar di masyarakat.

“Paket ini memang disiapkan untuk tiga hari, jadi pembagiannya sudah dihitung sesuai kebutuhan siswa,” tegasnya.

Melalui klarifikasi ini, Melinda berharap orang tua siswa dan pihak sekolah tidak perlu khawatir. Ia menegaskan bahwa program MBG tetap berjalan sesuai pedoman pemerintah dan bertujuan mendukung pemenuhan gizi peserta didik selama bulan Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *