Pemkot Pontianak Imbau Warga Gunakan Masker, Kabut asap Pekat

Inspirasikalbar, PONTIANAK— Kabut asap di Kota Pontianak semakin pekat dalam beberapa hari terakhir, terutama pada malam hari, sehingga berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Pemerintah Kota Pontianak mengimbau warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama pada malam hari.
Menurut laporan, kabut asap yang menyelimuti Pontianak tidak hanya berasal dari kebakaran lahan di wilayah kota, tetapi juga asap kiriman dari luar wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan di daerah sekitar. Fenomena ini umum terjadi pada musim kemarau ketika curah hujan rendah dan angin membawa partikel asap ke wilayah perkotaan.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup Pontianak menunjukkan kualitas udara terutama partikel halus (PM2,5) meningkat dan dapat mencapai kategori tidak sehat pada malam hingga dini hari. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi kesehatan pernapasan warga, khususnya balita, lansia, dan penderita asma.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pontianak melalui Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menegaskan akan terus memantau sejauh mana dampak kabut asap terhadap kesehatan publik. Ia mengimbau warga tetap waspada, memakai masker, mengurangi aktivitas fisik di luar rumah, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan pernapasan.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pontianak telah mencatat sejumlah kejadian kebakaran lahan di beberapa titik di kota, beberapa di antaranya diduga akibat pembakaran sengaja. Petugas bahkan menemukan barang bukti seperti botol berisi bahan bakar dan daun kering yang mengarah pada aktivitas pembakaran lahan.
Upaya pemadaman cepat oleh BPBD serta koordinasi dengan pihak kepolisian terus dilakukan untuk mencegah api semakin meluas. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk berperan aktif dalam pencegahan kebakaran lahan, misalnya dengan segera melaporkan asap atau indikasi api kecil sekecil apa pun.
Kondisi kabut asap ini menjadi perhatian warga Pontianak dan daerah sekitarnya, dengan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat jika tidak terus ditangani secara intensif oleh pemerintah dan masyarakat bersama.
