Kamis, 25 Juni 2026
BREAKING NEWS
Pemprov Kalbar Dorong Investasi Hijau dan Ekonomi Berkelanjutan di Kalimantan Barat. Pembangunan Jembatan Kapuas I Pontianak akan Segera Direvitalisasi Total untuk Mengurangi Kemacetan. Kejati Kalbar Menetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan Dana Desa. Harga TBS Sawit di Kalbar Mengalami Kenaikan Signifikan, Petani Sambut Positif.

Ritual Adat Ngampar Bide Buka Rangkaian Naik Dango ke-2 di Pontianak

Ritual Adat Ngampar Bide Buka Rangkaian Naik Dango ke-2 di Pontianak

InspirasiKalbar, Pontianak - Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak membuka rangkaian kegiatan Naik Dango ke-2 dengan men...

<strong>InspirasiKalbar, Pontianak</strong> - Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak membuka rangkaian kegiatan Naik Dango ke-2 dengan menggelar ritual adat <em>Ngampar Bide</em> di Rumah Radangk Pontianak, Kamis (24/4) pagi.

Ritual ini menjadi penanda di mulainya perayaan yang berlangsung sejak 25 hingga 30 April 2025 mendatang. Suasana sakral menyelimuti Rumah Radangk saat para pengurus DAD Kota Pontianak menjalankan prosesi adat.

Penyangahant bernama Erdi memimpin jalannya ritual yang terbagi dalam dua tahap, yaitu <em>nyanggahant mantak</em> dan <em>masak</em>.

Ketua DAD Kota Pontianak, Yohanes Nenes, menegaskan bahwa prosesi <em>Ngampar Bide</em> bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari ritual spiritual masyarakat Dayak sebagai bentuk penyampaian kepada Jubata (Tuhan) tentang penyelenggaraan Naik Dango, sebagai wujud syukur atas hasil panen padi.

“Melalui peraga adat ini, kami ingin menegaskan bahwa Naik Dango bukan seperti pekan seni budaya biasa. Di dalamnya terkandung 60 persen ritual adat dan 40 persen seni budaya. Beda dengan Pekan Gawai Dayak yang 100 persen mengedepankan seni budaya,” jelas Yohanes.

Panitia penyelenggara juga memperketat aturan bagi peserta dan pengunjung demi kelancaran acara. Ketua Panitia, Vinsensius Lintas, mengimbau pengunjung agar menjaga ketertiban, keamanan, dan mematuhi arahan petugas, termasuk dalam hal parkir.

“Kami minta semua pengunjung tertib, tidak membuat keributan, dan mengikuti arahan petugas, terutama soal parkir agar tidak mengganggu lalu lintas,” tegasnya.

Setelah <em>Ngampar Bide</em>, rangkaian Naik Dango berlanjut dengan ritual <em>Ngalanjukkant</em> yang digelar tepat tengah malam, dilanjutkan misa syukur, pawai budaya, penyambutan tamu, hingga prosesi <em>Ngantat Panompo</em>.

Naik Dango ke-2 ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga ruang spiritual yang mempertemukan masyarakat Dayak dengan warisan leluhur mereka dalam suasana penuh kekhidmatan.

P
pardede
Redaksi InspirasiKalbar • 24 April 2025

Baca Nanti (Bookmark)