Ribuan Warga Kubu Raya Semarakkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 H

Ribuan masyarakat mengikuti pawai obor menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Kubu Raya. (Foto/IK)
InspirasiKalbar, Kubu Raya – Ribuan masyarakat memadati ruas Jalan Arteri Supadio, Sungai Raya, saat mengikuti pawai obor menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Senin (16/2/2026) malam.
Antusiasme peserta menciptakan suasana religius yang hangat dan penuh semangat kebersamaan. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, hadir bersama Wakil Bupati, Sukiryanto, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, tokoh agama Habib Toha Aljufri, para ulama, serta jajaran Forkopimda.
Mereka menyatu bersama masyarakat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya sebelum peserta memulai pawai menyusuri rute yang telah panitia tetapkan.
Cahaya api yang menyala serempak menerangi malam dan menghadirkan simbol suka cita umat Islam menyambut bulan penuh berkah. Santri, pelajar, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan, hingga warga dari berbagai kecamatan berjalan tertib sambil melantunkan shalawat dan takbir.
Bupati Sujiwo Resmikan Lampion Terbesar di Puncak Imlek 2577 Kongzili di Sungai Kakap
Bupati Sujiwo menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang luar biasa. Ia menyebut jumlah peserta hampir mencapai tiga ribu orang.
“Alhamdulillah, peserta yang hadir malam ini hampir tiga ribu orang. Ini menunjukkan semangat dan kecintaan masyarakat Kubu Raya dalam menyambut Ramadan. Kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga,” ujar Sujiwo.
Menurutnya, pawai obor tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga simbol persatuan dan kesiapan spiritual menjelang Ramadan. Ia berharap momentum tersebut memperkuat solidaritas sosial serta meningkatkan kualitas ibadah masyarakat.
Habib Toha Aljufri mengingatkan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai ruang pembinaan diri. Ia mengajak seluruh umat memaknai bulan suci sebagai kesempatan memperbaiki akhlak dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
“Ramadan adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan jiwa. Obor yang kita bawa malam ini melambangkan cahaya iman. Mari kita sambut Ramadan dengan hati yang bersih, saling memaafkan, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ungkap Habib Toha.
Ia juga mendorong generasi muda dan para santri agar mengisi Ramadan dengan aktivitas positif, seperti tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah, memperbanyak sedekah, serta terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Setahun Norsan-Krisantus Berkuasa, Realisasi Janji Kampanye Masih Abu-Abu
Semangat serupa hadir dari Ahmad, santri Pondok Pesantren Raudatul Firdausy, Desa Jawa Tengah, Sungai Ambawang. Ia mengaku bangga dapat ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah kami para santri merasa sangat senang bisa ikut serta. Pawai obor ini membuat kami semakin bersemangat menyambut Ramadan. Semoga di bulan suci nanti kami bisa lebih disiplin dalam ibadah dan menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Ahmad.
Aparat keamanan mengawal jalannya kegiatan sehingga seluruh rangkaian berlangsung lancar dan kondusif. Kehadiran pimpinan daerah, ulama, serta masyarakat yang berjalan berdampingan memperlihatkan sinergi kuat antara pemerintah dan umat.
Kebersamaan itu menjadi penegas komitmen menjaga nilai religius dan mempererat ukhuwah Islamiyah menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
