11 Februari 2026

Kapolda Kalbar Dalami Kasus Penemuan Bom Di SMP 3 Kubu Raya

8ad8fde8-a7fc-40fc-842b-ac39bf40dc57

Foto Bom Molotov

Inspirasikalbar, Kubu Raya — Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto bersama pihak terkait mendatangi langsung siswa pelaku pelemparan bom rakitan di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Pertemuan di lakukan di Mapolsek Sungai Raya, Selasa (3/2/2026) sore, setelah pelaku di amankan sejak siang hari.

Kapolda Kalbar menyampaikan bahwa kepolisian saat ini, di dampingi Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), tengah melakukan pendalaman untuk menggali akar persoalan yang melatarbelakangi tindakan tersebut.

“Kami sedang melakukan penggalian informasi secara menyeluruh untuk mengetahui akar permasalahan dari kejadian ini,” ujar Irjen Pol Pipit Rismanto.

Dari data sementara yang di himpun, polisi menemukan adanya indikasi tekanan psikis yang di alami pelaku.

Tekanan tersebut di duga kuat berkaitan dengan masalah keluarga, di mana ayah dan kakek pelaku di ketahui sedang dalam kondisi sakit.

“Ada indikasi pelaku berada dalam tekanan psikologis karena persoalan keluarga. Ini menjadi perhatian kami dalam penanganan kasus ini,” katanya.

Kapolda Kalbar juga mengungkapkan bahwa kejadian ini bukan kali pertama di lakukan oleh siswa tersebut. Meski demikian, belakangan pelaku sempat beraktivitas seperti biasa dan masih berstatus dalam pemantauan.

Selain itu, dari hasil pendalaman awal, pelaku diketahui memiliki ketertarikan pada dunia mekanik dan bercita-cita menjadi mekanik, serta dalam kesehariannya gemar bermain gim tembak-tembakan.

Dalam penanganan kasus ini, Kapolda Kalbar menegaskan bahwa kepolisian akan mengedepankan pendekatan ultimum remedium, mengingat pelaku masih di bawah umur.

“Penyelesaian dari sisi hukum akan kami lakukan dengan prinsip ultimum remedium. Jika masih memungkinkan di lakukan pembinaan, maka pembinaan akan di utamakan,” tegasnya.

Kapolda menambahkan, seluruh langkah penanganan masih dalam kajian mendalam kepolisian dengan melibatkan berbagai pihak terkait, guna memastikan penyelesaian yang tepat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *