Musorkab Kubu Raya Ditunda, Zulkarnaen Bongkar Dugaan Ketidakberesan

Foto : Ketua IPSI Kabupaten Kubu Raya, Zulkarnaen
Inspirasikalbar, KUBU RAYA – Proses pencalonan Ketua Umum KONI Kabupaten Kubu Raya memanas. Ketua IPSI Kubu Raya, Zulkarnaen, secara terbuka menuding Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) tidak profesional dan tidak memahami regulasi. Polemik ini bahkan berujung pada penundaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) V yang sedianya di gelar 1 Februari 2026 lalu.
Suasana olahraga di Kabupaten Kubu Raya mendadak panas. Ketua IPSI Kabupaten Kubu Raya, Zulkarnaen, menyampaikan keberatan keras atas proses pencalonannya dalam kontestasi Ketua Umum KONI Kubu Raya. Ia menilai, sejak awal proses penjaringan sudah sarat kejanggalan.
“Menurut saya, dari pihak tim TPP dan KONI Kubu Raya sama sekali tidak profesional. Banyak aturan yang tidak mereka pahami, tidak di baca dengan baik. Makanya saya di nyatakan tidak lolos,” tegas Zulkarnaen.
Ia mempersoalkan minimnya transparansi informasi selama proses pendaftaran. Menurutnya, saat mengambil formulir, dirinya tidak mendapat penjelasan detail mengenai jadwal pengembalian maupun masa perbaikan berkas.
“Saya hanya mengambil formulir. Tidak ada penjelasan bahwa pengembalian berkas, tidak ada penjelasan masa perbaikan sampai tanggal sekian. Bahkan rundown acara pun tidak di berikan. Saya ini calon, tapi tidak di berikan dokumen apa-apa,” ujarnya.
Tidak Terbuka dan tidak di hadirkan pada verifikasi
Tak hanya itu, Zulkarnaen juga mempertanyakan proses verifikasi yang di nilainya tidak terbuka. Ia mengaku tidak di hadirkan dalam tahapan verifikasi dukungan.
“Kenapa dari pihak saya tidak di hadirkan? Apakah menjamin pihak sebelah lolos semua? Bagaimana keterangannya?” katanya.
Terkait alasan dirinya tidak lolos karena salah satu dukungan hanya di tandatangani sekretaris, Zulkarnaen menilai TPP keliru memahami mekanisme organisasi.
“Dalam organisasi itu ada tiga unsur kepengurusan. Kalau ketua berhalangan, tentu sekretaris atau bendahara bisa menandatangani. Masa harus ketua? Ketua itu Pak Sekda yang sedang mendampingi istrinya operasi di Jakarta. Masa hanya karena itu harus balik ke Kubu Raya? Kan tidak masuk akal,” tegasnya.
Ia juga membantah tudingan bahwa pencalonannya hanya bermodalkan rekomendasi bupati. Zulkarnaen menjelaskan, proses pemilihan di IPSI sudah sesuai prosedur dan di hadiri pengurus provinsi serta KONI Kabupaten.
“Kami minta rekomendasi ke KONI Kubu Raya, tidak di berikan, dengan syarat harus memasukkan tiga pengurus dari mereka. Kawan-kawan tidak mau. Karena tidak di beri rekomendasi, IPSI Kubu Raya terancam tidak bisa ikut selekprov. Maka kami ajukan ke pemerintah daerah, dan Bupati memberi rekomendasi ke IPSI Provinsi Kalbar. Keputusan tetap di provinsi, bukan di bupati,” jelasnya.
Zulkarnaen juga menyoroti adanya persyaratan yang menurutnya sudah tidak relevan, seperti larangan pimpinan partai politik mencalonkan diri sebagai Ketua KONI.
“Itu undang-undang sudah di cabut, kok masih di berlakukan? Ini jelas menunjukkan mereka tidak memahami regulasi,” katanya.
Ia bahkan menyinggung adanya tuduhan surat dukungan tidak asli. “Kalau di ragukan atau di anggap palsu, silakan tanya ke provinsi. SK itu di keluarkan provinsi, dan kami sudah berikan informasi resmi,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua TPP Nunung Wijayanto membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan seluruh proses telah berjalan sesuai mekanisme dan transparan. Menurutnya, Zulkarnaen tidak memenuhi syarat minimal dukungan 30 persen dari total 32 cabang olahraga.
“Satu cabor belum di lantik, tiga cabor masa kepengurusannya sudah habis, satu berkas fotokopi, dan satu hanya di tandatangani sekretaris tanpa ketua,” jelas Nunung.
TPP juga menemukan kejanggalan pada beberapa SK cabor, termasuk perubahan SK Muaythai sebanyak tiga kali dalam dua jam dan kesalahan kop surat.
Atas polemik ini, KONI Provinsi Kalimantan Barat memutuskan menunda Musorkab. Zulkarnaen mengaku menghormati keputusan tersebut dan berharap proses selanjutnya di ambil alih provinsi.
“Sebaiknya di ambil alih KONI Provinsi Kalbar agar berjalan fair dan tidak menimbulkan keributan di antara insan olahraga Kubu Raya,” pungkasnya.
