BI Optimistis Inflasi 2026–2027 Tetap Terkendali

Foto : Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso,
Inspirasikalbar, Jakarta — Bank Indonesia (BI) meyakini laju inflasi nasional pada 2026 dan 2027 akan tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran 2,5 persen ±1 persen.
Keyakinan tersebut di dukung oleh konsistensi kebijakan moneter, penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah, serta terjaganya stabilitas pasokan dan distribusi pangan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan inflasi Indonesia hingga akhir 2025 masih berada dalam target yang di tetapkan.
Menurutnya, inflasi inti tetap terjaga, mencerminkan ekspektasi inflasi yang baik dan permintaan domestik yang terkendali.
“Bank Indonesia meyakini inflasi 2026 dan 2027 akan tetap terkendali dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen, seiring dengan konsistensi kebijakan moneter serta sinergi pengendalian inflasi bersama pemerintah,” ujar Ramdan dalam keterangannya.
BI menilai peran Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID) semakin efektif dalam menjaga stabilitas harga, khususnya kelompok pangan bergejolak.
Upaya penguatan ketahanan pangan, kerja sama antar daerah, serta operasi pasar di nilai mampu meredam tekanan harga pada komoditas strategis seperti cabai, bawang, dan beras.
Di sisi lain, BI tetap mencermati dinamika global yang masih diliputi ketidakpastian akibat perlambatan ekonomi dunia dan ketegangan geopolitik.
Meski demikian, otoritas moneter menilai dampak eksternal terhadap inflasi domestik masih dapat di kelola dengan bauran kebijakan yang tepat.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa BI akan terus menjaga stabilitas makroekonomi secara menyeluruh.
“Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” kata Perry.
Sejalan dengan terkendalinya inflasi, BI juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026–2027 tetap solid di kisaran 5 persen, di topang konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja ekspor yang terjaga.
