28 Februari 2026

PT Marga Dinamik Perkasa Dianggap Abai, Keluarga Korban Kecelakaan Pal 16 Ngabang Kecewa

Foto Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Pal XVI Ngabang, Kabupaten Landak pada 8 November 2025

Foto Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Pal XVI Ngabang, Kabupaten Landak pada 8 November 2025.

InspirasiKalbar, Ngabang — Keluarga korban kecelakaan lalu lintas di Pal 16 Ngabang, Kabupaten Landak, menyayangkan sikap PT Marga Dinamik Perkasa yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik setelah insiden maut pada Sabtu, 8 November 2025, sekitar pukul 08.00 WIB. Kecelakaan tersebut melibatkan truk tangki CPO bernomor polisi KH 8135 GJ milik perusahaan tersebut.

Dalam peristiwa itu, Elisabeth Ostrita Kause meninggal dunia, sementara ibunya, Rita, mengalami luka berat dan menjalani perawatan intensif pascaoperasi kepala dan kaki.

Keluarga: Tidak Ada Tindak Lanjut dari Pembicaraan dengan Perusahaan

Perwakilan keluarga, Noven Honarius, mengungkapkan kekecewaannya karena hingga hari ini belum ada tindak lanjut dari komitmen yang sebelumnya disampaikan pihak perusahaan pada pertemuan tanggal 10 November 2025 di Pontianak.

“Sebelumnya kami menerima mereka dengan rasa duka. Pihak perusahaan menyatakan bertanggung jawab, tetapi sampai hari ini tidak ada bentuk tanggung jawab yang diberikan. Kami sedang melakukan pengobatan ibu Rita, dan sangat kecewa atas tindakan tersebut,” ujar Noven.

Noven menjelaskan, biaya pengobatan yang dibutuhkan keluarga sangat besar. Namun hingga kini, perusahaan baru memberikan uang belasungkawa sebesar Rp5.000.000. Sementara bantuan biaya pengobatan belum diterima sama sekali.

“Kami menanggung seluruh biaya pengobatan sendiri. Perusahaan hanya memberi belasungkawa Rp5 juta dan belum ada kepastian lain. Ini tidak sebanding dengan kondisi orang tua kami yang sedang dirawat,” tegasnya.

Noven juga menyampaikan pesan penting kepada perusahaan angkutan CPO dan para sopir agar lebih memperhatikan keselamatan masyarakat. Ia menilai banyak kejadian kecelakaan melibatkan angkutan CPO dalam beberapa waktu terakhir.

“Saya tegaskan bagi para sopir dan perusahaan angkutan CPO, jangan sampai membawa kendaraan dalam kondisi capek, mabuk, atau tidak fokus. Dalam bulan ini saja sudah banyak korban di Kalbar. Saya minta pemerintah melalui dinas terkait menindak tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

“Nyawa Adik dan Kesembuhan Ibu Jangan Dianggap Tidak Berarti”

Di akhir pernyataannya, Noven menegaskan bahwa pihak keluarga hanya meminta keadilan dan tanggung jawab dari perusahaan.

“Nyawa adik saya dan kesembuhan ibu saya jangan dianggap tiada arti,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *