Stok Telur dan Bawang Menipis, Dinas Ketahanan Pangan Kalbar Mewarning

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalimantan barat, Manto
Inspirasikalbar,PONTIANAK — Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat mengungkapkan sejumlah komoditas pangan mulai memasuki fase rawan akibat keterbatasan stok. Telur ayam ras serta bawang merah dan bawang putih menjadi komoditas yang paling mendapat perhatian serius menjelang lonjakan konsumsi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalbar, Manto, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan terbaru, stok telur ayam ras saat ini hanya mampu bertahan sekitar delapan hari. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya konsumsi saat perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Stok telur kita terkuras kemarin. Sekarang tinggal sekitar 7.150 kilo. Ini jadi perhatian utama kami, apalagi jelang Imlek dan Ramadan,” kata Manto.
Selain telur, stok bawang merah dan bawang putih juga terpantau sangat terbatas, masing-masing hanya mampu mencukupi kebutuhan sekitar tiga hari. Meski demikian, pemerintah telah mengambil langkah antisipasi dengan mendorong distributor melakukan pemesanan tambahan.
“Kami sudah turun ke pelabuhan dan distributor. Proses order sudah berjalan,” ujarnya.
Dalam pemetaan Neraca Pangan 2026, Manto menyebut Kalbar saat ini mencatat stok awal minyak goreng sebagai yang terbesar, mencapai lebih dari 200 ribu liter, disusul beras dan daging ayam ras. Bahkan, stok minyak goreng dinilai sangat berlebih hingga memungkinkan Kalbar memasok kebutuhan provinsi lain.
Sementara itu, untuk cabai besar dan cabai rawit, ketahanan stok masing-masing diperkirakan hanya 7 hingga 11 hari. Cabai rawit masih terbantu oleh pasokan lokal, terutama dari Kabupaten Bengkayang.
“Kita terus dorong petani lokal agar mempercepat tanam dan panen. Ini penting untuk menutup celah pasokan,” jelas Manto.
Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya mengandalkan data stok, tetapi juga menghitung produksi lokal, pasokan luar daerah, serta potensi distribusi ke wilayah lain. Dengan langkah ini, pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat Kalbar hingga Lebaran tetap dapat terpenuhi, meski kewaspadaan terus ditingkatkan pada komoditas tertentu.
