Disdikbud Kalbar Tegaskan Dukungan untuk Naik Dango Ke-3 DAD Kota Pontianak

Plh. Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri foto bersama pengurus DAD Kota Pontianak dan Panitia Naik Dango Ke-3 usai menerima audiensi. (Foto/IK)
InspirasiKalbar, Pontianak – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan adat dan budaya Naik Dango ke-3 Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak Tahun 2026.
Dukungan tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, saat menerima audiensi pengurus DAD Kota Pontianak bersama panitia Naik Dango, Rabu, 11 Februari 2026.
Mahasiswi Polnep Pontianak Kagumi Tradisi Naik Dango, Ingin Kenalkan ke Dunia
Dalam audiensi itu, panitia memaparkan kesiapan kegiatan serta rangkaian acara adat Naik Dango yang akan digelar di Rumah Radakng Pontianak pada April 2026. Disdikbud Kalbar menyambut baik inisiatif DAD Kota Pontianak yang secara konsisten menjaga dan mengembangkan tradisi Dayak sebagai bagian penting dari identitas budaya Kalimantan Barat.
“Disdikbud sebagai perwakilan pemerintah mendukung penuh kegiatan adat dan budaya seperti Naik Dango yang dilaksanakan DAD Kota Pontianak. Kegiatan ini sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda melalui nilai-nilai budaya lokal. Apa yang sudah berjalan sebelumnya perlu terus ditingkatkan,” kata Syarif Faisal.
Musorkab Kubu Raya Ditunda, Zulkarnaen Bongkar Dugaan Ketidakberesan
Ia menilai Naik Dango bukan hanya perayaan adat, tetapi juga media edukasi kebudayaan yang memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat, khususnya pelajar. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda dapat belajar tentang makna kebersamaan, penghormatan terhadap alam, serta warisan tradisi Dayak yang telah hidup turun-temurun.
Syarif juga menekankan pentingnya kesiapan sarana pendukung di Rumah Radakng sebagai pusat kegiatan budaya. Ia meminta panitia dan pengelola melakukan pengecekan fasilitas agar seluruh rangkaian acara berjalan nyaman dan aman.
“Beberapa fasilitas di Rumah Radakng perlu dicek bersama. Penerangan menjadi hal yang sangat penting. Lampu, air, serta colokan listrik harus benar-benar di perhatikan agar aktivitas budaya bisa berlangsung dengan baik,” ujarnya.
Vihara Tua Sungai Kakap Jadi Simbol Toleransi, Sujiwo: Pengembangan vihara sebagai wisata religi.
Selain itu, ia mengingatkan panitia untuk menata area kegiatan secara tertib, mulai dari akses masuk dan keluar, hingga penyiapan pintu darurat yang tidak tertutup aktivitas lain. Penataan ruang dinilai penting agar pengunjung dapat menikmati pertunjukan adat dengan nyaman.
Pada area panggung dan tribun, Syarif meminta panitia menjaga kapasitas agar tidak terlalu padat. Menurutnya, kenyamanan penonton menjadi bagian dari keberhasilan sebuah perhelatan budaya.
“Tribun memang memiliki daya tampung besar, tetapi jangan sampai terlalu penuh. Suasana harus tetap nyaman sehingga masyarakat bisa menikmati pertunjukan adat dengan aman dan tertib,” jelasnya.
Melalui audiensi tersebut, Disdikbud Kalbar berharap pelaksanaan Naik Dango ke-3 oleh DAD Kota Pontianak tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi ruang pembelajaran budaya yang hidup, memperkuat identitas Dayak, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan adat Kalimantan Barat.
