26 Februari 2026

Camat Sukadana Temukan Kekurangan Menu MBG Saat Penyaluran Rapel Ramadan

Peninjauan Lokasi SPPG

Camat Sukadana, Ismail UJ, meninjau dapur Satuan Pelayanan Pangan Bergizi di Desa Pangkalan Buton. (Foto/IK)

InspirasiKalbar, Sukadana – Camat Sukadana, Ismail UJ, turun langsung meninjau dapur Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) di Desa Pangkalan Buton, Selasa (24/2).

Ia memastikan kualitas gizi sekaligus mengklarifikasi mekanisme penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung secara rapel selama Ramadan.

Kunjungan itu membuka persoalan baru. Penyaluran rapel untuk periode Senin hingga Rabu, 23–25 Februari 2026, rupanya belum sepenuhnya siap dari sisi teknis.

Ismail menjelaskan, kebijakan rapel mengikuti arahan Koordinator MBG Kabupaten Kayong Utara. Langkah itu bertujuan menjaga kelancaran program selama Ramadan.

“Mungkin tujuannya baik, sebagai langkah teknis agar program tetap berjalan lancar di bulan Ramadan. Namun yang menjadi persoalan, pihak dapur rupanya belum siap sepenuhnya terkait stok untuk penyaluran secara rapel ini,” ujar Ismail di lokasi.

Gambar: Menu Program Makan Bergizi Gratis pada Bulan Ramadan di Satuan Pelayanan Pangan Bergizi Desa Pangkalan Buton Kecamatan Sukadana.(Foto/IK)

Kekurangan stok berdampak pada paket menu yang tersaji hari itu. Petugas dapur belum melengkapi seluruh komponen sesuai standar yang seharusnya diterima penerima manfaat.

Situasi ini memunculkan pertanyaan tentang kesiapan perencanaan logistik. Program yang menyasar kebutuhan gizi masyarakat seharusnya memiliki perhitungan stok yang matang, terutama saat skema penyaluran berubah.

Pihak dapur SPPG Pangkalan Buton berjanji menyalurkan kekurangan menu pada Rabu, 25 Februari 2026. Komitmen itu menjadi catatan penting agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Ismail meminta masyarakat tetap tenang menyikapi kondisi tersebut. Ia menegaskan pemerintah terus mengawal hak penerima manfaat.

“Kami mengimbau masyarakat memahami kebijakan ini sebagai upaya pelayanan prima dari pemerintah. Kami terus mengawal agar hak penerima manfaat tetap terpenuhi secara lengkap,” tegasnya.

Baca Juga: https://inspirasikalbar.com/orang-tua-dan-guru-sd-10-pal-sembilan-keluhkan-porsi-rapel-mbg/

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi cepat agar persoalan serupa tidak terulang. Ramadan menuntut pelayanan lebih cermat, bukan sekadar penyesuaian administratif.

Program MBG membawa misi besar pemenuhan gizi. Karena itu, setiap celah teknis perlu segera dibenahi agar manfaatnya benar-benar utuh dirasakan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *