Inspirasi Kalbar
Beranda Bisnis Sujiwo : Pasar Induk Melati Jadi Prioritas Ekonomi Kubu Raya

Sujiwo : Pasar Induk Melati Jadi Prioritas Ekonomi Kubu Raya

Foto Bupati Kubu Raya Sujiwo mematangkan rencana pembangunan pasar induk melati

Daftar isi:

[Sembunyikan] [Tampilkan]

    Inspirasikalbar,Kubu Raya- Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mematangkan rencana pembangunan pasar induk melalui tahapan justifikasi teknis yang melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta dukungan pemerintah pusat.

    Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan proses tersebut merupakan lanjutan dari identifikasi lapangan yang sebelumnya telah di lakukan.

    “Setelah identifikasi di lapangan, hari ini kita lakukan penajaman atau justifikasi teknis. Beberapa poin sudah di sepakati secara detail dan komprehensif, bahkan saya melihat perencanaannya sudah sangat matang,” ujarnya.

    Sujiwo memastikan seluruh pedagang existing akan tetap terakomodasi dalam pembangunan pasar tersebut. Bahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan tambahan sekitar 50 slot untuk pedagang baru.

    “Terkait penamaan, kalau di Jakarta ada PIM atau Pondok Indah Mall, maka di Kubu Raya juga akan ada PIM, yaitu Pasar Induk Melati,” jelasnya.

    Ia menambahkan, pasca justifikasi teknis, Sekretaris Daerah akan mengoordinasikan OPD terkait untuk memastikan kesiapan masing-masing sektor, termasuk percepatan pemenuhan berbagai persyaratan pembangunan.

    Selain itu, OPD yang membidangi perdagangan di minta segera melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan para pelaku usaha, khususnya grosir.

    Kubu Raya Pusat Distribusi

    Menurutnya, Kubu Raya selama ini di kenal sebagai pusat distribusi berbagai komoditas kebutuhan pokok, seperti gula, bawang, minyak, hingga beras.

    “Begitu pasar ini selesai dan siap operasional, seluruh kebutuhan masyarakat sudah tersedia karena grosir-grosir sudah kita koordinasikan,” katanya.

    Sujiwo menegaskan, pembangunan pasar induk menjadi prioritas karena memiliki peran strategis sebagai pusat transaksi ekonomi sekaligus penampung hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan masyarakat.

    “Pasar itu pusat pergerakan ekonomi dan menjadi off-taker hasil bumi. Ini akan menjadi booster ekonomi Kubu Raya,” tegasnya.

    Dengan kesiapan sisi pasokan dan permintaan yang dinilai kuat, ia optimistis pembangunan Pasar Induk Melati dapat direalisasikan pada tahun 2027.

    Sementara itu, perwakilan Kementerian Perdagangan, Andry E Prasetyo, menyatakan pihaknya mendukung usulan pembangunan pasar tersebut melalui proses identifikasi dan pembahasan teknis bersama.

    “Kami melibatkan satuan kerja, dinas terkait, serta perwakilan pedagang untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan. Masukan dari pedagang menjadi dasar penting dalam analisis usulan pembangunan pasar ini,” ujarnya.

    Ia menekankan pentingnya sosialisasi sejak awal agar pedagang memahami dan menerima rencana pembangunan maupun revitalisasi pasar.

    “Kami ingin pedagang mengetahui dan menyepakati sejak awal, sehingga tidak ada penolakan ketika pembangunan dilakukan. Ini juga sebagai upaya menjadikan pasar rakyat lebih bersih dan mampu bersaing dengan pasar modern,” katanya.

    Pemerintah berharap pembangunan Pasar Induk Melati tidak hanya meningkatkan fasilitas perdagangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

    Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

    Klik Disini
    Bagikan:

    Iklan