Menyongsong Jerman: Goethe-Institut dan Nasional Republik Indonesia Perkuat Kolaborasi
Inspirasikalbar, Jakarta – Goethe-Institut Indonesien bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia resmi menjalin kerja sama di bidang perpustakaan. Kolaborasi ini menandai langkah strategis untuk memperkuat pertukaran budaya dan pendidikan antara Jerman dan Indonesia.
Kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Perpustakaan Nasional RI, Selasa, 26 Mei 2026. Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Constanze Michel, bersama Sekretaris Utama Perpusnas RI, Joko Santoso, meneken langsung dokumen tersebut. Ralf Beste, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, turut menyaksikan penandatanganan.
Setelah seremoni, panitia melanjutkan kegiatan dengan seminar yang membahas berbagai persiapan migrasi ke Jerman. Dalam sesi ini, peserta mengikuti konsultasi untuk memahami langkah-langkah persiapan keberangkatan hingga proses menetap di negara tujuan.
Kerja sama ini mencakup sejumlah inisiatif untuk memperkuat layanan perpustakaan sekaligus memperluas pertukaran budaya. Program tersebut meliputi pembaruan dan pemeliharaan koleksi literatur Jerman, penyelenggaraan seminar, lokakarya, konferensi, pameran, serta kegiatan budaya bersama.
Kedua institusi juga mengembangkan program pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kapasitas pustakawan dan pengguna perpustakaan. Selain itu, mereka membuka peluang kerja sama lanjutan sesuai kesepakatan bersama.
Sebagai tahap awal, Goethe-Institut Indonesien menyerahkan 287 judul buku untuk memperkaya koleksi Jerman di Perpusnas RI. Koleksi tersebut mencakup berbagai tema, seperti sastra anak, arsitektur, sejarah, novel, catatan perjalanan, hingga referensi tentang migrasi.
Perpusnas akan menempatkan koleksi ini di German Corner selama satu tahun, sebelum memindahkannya secara permanen ke rak Koleksi Manca Negara di lantai 20. Dalam lima tahun ke depan, pihak terkait akan terus memperbarui dan menambah koleksi tersebut.
Constanze Michel menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi jembatan antarbudaya yang penting. Ia berharap inisiatif seperti German Corner dapat menumbuhkan rasa ingin tahu serta memperluas wawasan pembaca di Indonesia terhadap warisan budaya Jerman.
Sementara itu, Joko Santoso menilai perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai gerbang menuju pengetahuan global dan kolaborasi internasional. Ia meyakini kerja sama ini akan memperkaya pengalaman belajar masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Indonesia dan Jerman.
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini







