PLN Harus Jujur soal Akar Masalah Pemadaman Listrik di Hampir Seluruh Indonesia
InspirasiKalbar, Pontianak – Alumni FISIP Universitas Tanjungpura (Untan), Iin Irwansyah, mendesak PT PLN bersikap jujur dan terbuka terkait penyebab utama pemadaman listrik yang berulang dengan durasi panjang hampir di seluruh wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Iin, penjelasan PLN yang mengaitkan pemadaman dengan kegiatan pemeliharaan belum mampu menjawab keresahan masyarakat. Ia menilai kondisi kali ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan pemeliharaan rutin pada tahun-tahun sebelumnya.
“Pemeliharaan jaringan memang bukan hal baru. Dulu pemadaman paling lama sekitar dua jam dan hanya terjadi sesekali, misalnya sebulan sekali. Sekarang masyarakat menghadapi pemadaman selama lima sampai enam jam, bahkan lebih, hampir setiap hari,” ujar Iin, Sabtu (4/7) malam.
Ia memperkirakan dampak ekonomi akibat kondisi tersebut baru akan terasa dalam beberapa pekan ke depan. Bahkan, ia mengkhawatirkan pemadaman dapat terus berlangsung hingga September apabila pemerintah dan PLN belum menemukan solusi yang tepat.
Iin menilai rumah sakit, pusat perbelanjaan, hotel, dan sektor usaha lain menanggung beban paling besar karena seluruh fasilitas tersebut harus mengoperasikan generator listrik agar pelayanan tetap berjalan.
Menurutnya, penggunaan generator berkapasitas besar memerlukan konsumsi solar dalam jumlah sangat tinggi. Untuk operasi selama satu jam, sebuah generator dapat menghabiskan sekitar setengah ton solar.
Jika pemadaman berlangsung enam jam, kebutuhan bahan bakar dapat mencapai tiga ton setiap hari. Kondisi tersebut, kata Iin, memaksa rumah sakit dan pelaku usaha membeli solar dengan harga industri setiap hari.
Lonjakan kebutuhan itu berpotensi memicu kelangkaan solar sekaligus meningkatkan beban operasional berbagai sektor pelayanan publik. Ia juga mengingatkan bahwa kenaikan biaya operasional berpotensi memengaruhi masyarakat.
Rumah sakit, misalnya, dapat menghadapi tekanan keuangan yang akhirnya berdampak pada kenaikan biaya pelayanan kesehatan. Sementara itu, pusat perbelanjaan, hotel, hingga pabrik berpeluang mengurangi jam operasional atau melakukan efisiensi tenaga kerja demi menekan pengeluaran untuk bahan bakar generator.
Karena itu, Iin meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat agar pemadaman listrik tidak terus berlarut. Ia juga meminta PLN menyampaikan penyebab sebenarnya secara terbuka kepada masyarakat.
“Kami berharap pemerintah segera menghadirkan solusi. PLN juga harus jujur kepada masyarakat, apakah pemadaman benar-benar terjadi karena pemeliharaan atau justru akibat persoalan lain, termasuk ketersediaan bahan baku untuk operasional pembangkit,” tegasnya.
Selain itu, Iin menyoroti tata kelola sektor energi nasional. Ia menilai pemerintah perlu memperkuat pengelolaan sumber daya strategis agar kepentingan pasokan energi dalam negeri mendapat prioritas.
Menurut Iin, negara tidak boleh kalah oleh kepentingan bisnis yang lebih mengutamakan penjualan batu bara ke pasar ekspor karena harga yang lebih tinggi. Ia menilai pemerintah perlu memperkuat peran badan usaha milik negara dalam pengelolaan batu bara agar pasokan energi nasional tetap terjaga dan persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Menanggapi desakan masyarakat agar membuka penyebab pemadaman listrik, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat memastikan gangguan pasokan listrik bukan berasal dari keterbatasan energi primer maupun stok batu bara.
PLN menyebut kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar menjadi penyebab penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat, Muhklis Zarkasih, menjelaskan gangguan teknis tersebut membuat sistem kelistrikan belum mampu beroperasi secara optimal. Karena itu, PLN menerapkan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah guna menjaga keandalan jaringan sekaligus mencegah gangguan yang lebih luas.
“Saat ini terjadi penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat akibat gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit PLTU berkapasitas besar. Kondisi ini tidak terkait dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara karena pasokannya tetap aman,” ujar Muhklis.
Muhklis mengatakan PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik. Perusahaan juga memaksimalkan seluruh pembangkit yang tersedia serta menambah pasokan listrik melalui pengoperasian pembangkit milik mitra kerja agar dampak pemadaman terhadap pelanggan dapat berkurang.
“Kami terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan pasokan listrik dengan memaksimalkan pembangkit yang tersedia serta menambah pasokan listrik melalui pembangkit milik mitra kerja. Proses perbaikan kami perkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu,” katanya.
PLN, lanjut Muhklis, berkomitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung. Perusahaan juga akan menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi PLN.
Ia turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul selama proses pemulihan sistem kelistrikan.
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini











