BPM Ultimatum PLN, Ancam Kerahkan 1.000 Massa Jika Pemadaman Listrik di Kalbar Tak Kunjung Normal
InspirasiKalbar, Pontianak – Ketua Umum Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat, Gusti Edy, pada Jumat (3/7/2026), melontarkan ultimatum kepada PT PLN (Persero) menyusul pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
BPM bahkan menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi dengan melibatkan sekitar 1.000 massa apabila gangguan listrik tidak segera dipulihkan. Pernyataan tersebut muncul setelah pemadaman listrik dalam beberapa hari terakhir mengganggu aktivitas masyarakat di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Singkawang, dan sejumlah daerah lainnya.
Menurut Gusti Edy, pemadaman listrik telah menimbulkan keresahan karena berdampak pada aktivitas masyarakat, sektor ekonomi, hingga pelayanan publik. Karena itu, BPM mendesak PLN segera mempercepat pemulihan sistem kelistrikan sekaligus menyampaikan informasi yang transparan kepada masyarakat.
“Kalau kondisi ini tidak segera normal, BPM akan menggelar aksi demonstrasi. Kami menuntut kejelasan, perbaikan pasokan listrik, dan pertanggungjawaban dari PLN,” tegas Gusti Edy.
Ia menilai gangguan listrik yang berlangsung berulang tidak boleh dianggap sebagai persoalan teknis biasa. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh layanan kelistrikan yang andal karena listrik menjadi kebutuhan dasar yang menopang berbagai aktivitas.
Gusti Edy juga meminta pimpinan PLN menunjukkan tanggung jawab dan integritas dalam menjalankan perusahaan. Menurutnya, evaluasi terhadap jajaran pimpinan PLN Kalimantan Barat perlu dilakukan apabila pelayanan kepada masyarakat terus memburuk.
“Dua hari tanpa listrik saja sudah membuat roda ekonomi Kalimantan Barat nyaris lumpuh. Kondisi seperti ini tidak boleh terus berulang,” katanya.
Selain mendesak percepatan pemulihan, BPM meminta pemerintah pusat dan kementerian terkait mengevaluasi kepemimpinan PLN di Kalimantan Barat. Organisasi tersebut juga meminta aparat penegak hukum bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan investigasi terhadap penyebab pemadaman listrik yang dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak terhadap perekonomian daerah.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) menjelaskan pemadaman listrik di Kalimantan Barat terjadi akibat gangguan operasional pada unit pembangkit, bukan karena kekurangan pasokan batu bara. PLN menyatakan pasokan energi primer dalam kondisi aman dan saat ini terus melakukan percepatan perbaikan serta pemeliharaan sistem untuk memulihkan suplai listrik di wilayah terdampak.
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini







