Inspirasi Kalbar
Beranda Berita Kualitas Udara Memburuk, DPRD Kubu Raya Dorong Sekolah Terapkan Daring

Kualitas Udara Memburuk, DPRD Kubu Raya Dorong Sekolah Terapkan Daring

Foto : Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Amri

Daftar isi:

[Sembunyikan] [Tampilkan]

    Inspirasikalbar, KUBU RAYA — Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap di Kabupaten Kubu Raya mendapat perhatian serius DPRD setempat. Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Amri, mendorong sekolah yang terdampak untuk segera menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring demi melindungi kesehatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

    Dorongan tersebut muncul seiring meningkatnya indikator kualitas udara di wilayah Kalimantan Barat yang dalam beberapa hari terakhir berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir.

    Pada beberapa waktu, indeks kualitas udara (AQI) di kawasan Pontianak–Kubu Raya di laporkan berada di atas 150–200 AQI, yang berarti berisiko bagi kelompok sensitif, terutama anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

    Amri menyebut dirinya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya terkait kondisi tersebut. Dinas Pendidikan sebelumnya telah mengeluarkan surat Nomor 400.3.1/1026/DIKBUD-A tertanggal 10 Agustus 2026 yang di tujukan kepada seluruh PAUD, SD, dan SMP sederajat. Surat itu mengatur penyesuaian kegiatan belajar mengajar akibat penurunan kualitas udara.

    Dalam aturan tersebut, seluruh warga sekolah di wajibkan menggunakan masker, baik di lingkungan sekolah maupun saat perjalanan. Aktivitas luar ruangan di minta di kurangi, dan pembakaran di lingkungan sekolah di larang.

    Sekolah juga di minta menyesuaikan kegiatan belajar sesuai kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

    Namun, Amri menilai implementasi di lapangan masih belum merata. Ia mengaku masih menerima laporan adanya sekolah yang tetap beraktivitas normal, sementara sebagian orang tua belum mendapatkan informasi yang jelas terkait kebijakan tersebut.

    “Kalau kondisi cuaca semakin tidak sehat, seharusnya sekolah bisa mengambil kebijakan sementara dengan pembelajaran daring,” ujar Amri.

    Indeks kualitas udara tidak memungkinkan

    Ia menegaskan, surat Dinas Pendidikan sebenarnya sudah memberi ruang bagi sekolah untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh jika indeks kualitas udara tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka. Kebijakan itu harus di koordinasikan dengan pengawas sekolah dan di laporkan ke Dinas Pendidikan.

    Amri juga menyoroti dampak kesehatan yang mulai terlihat di fasilitas layanan kesehatan. Berdasarkan laporan sejumlah puskesmas di Kubu Raya, terjadi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa pekan terakhir, terutama pada anak-anak. Kelompok usia sekolah di sebut menjadi yang paling sering mengalami gejala batuk, sesak napas, dan iritasi mata akibat paparan asap.

    “Kalau Pontianak saja sudah menerapkan daring, Kubu Raya seharusnya bisa menyesuaikan,” katanya.

    Ia menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar ada langkah tegas jika kualitas udara semakin memburuk. Amri berharap kebijakan yang di ambil dapat seragam di seluruh sekolah agar tidak terjadi perbedaan penanganan di lapangan.

    Sementara itu, Dinas Pendidikan menyebut kebijakan tersebut mengacu pada data kualitas udara dari aplikasi IQAir serta hasil koordinasi dengan pihak terkait. Penurunan kualitas udara dinilai berpotensi membahayakan kesehatan pernapasan warga sekolah.

    “Keselamatan anak harus menjadi prioritas utama,” tegas Amri.

     

    Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

    Klik Disini
    Bagikan:

    Iklan

    // Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
    mancingjitu slot thailand slot thailand