Inspirasi Kalbar
Beranda Berita Enam Daerah Kalbar Siaga Darurat, BPBD Minta Warga Waspada

Enam Daerah Kalbar Siaga Darurat, BPBD Minta Warga Waspada

Inspirasikalbar, Pontianak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. Imbauan tersebut disampaikan menyusul masih berlakunya status siaga darurat di enam kabupaten yang dinilai memiliki tingkat kerawanan terhadap banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga gelombang pasang.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar, enam daerah yang masih berstatus siaga darurat hidrometeorologi basah meliputi Kabupaten Mempawah, Ketapang, Sanggau, Kubu Raya, Sintang, dan Sambas. Status tersebut diberlakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.

Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan penetapan status siaga darurat bertujuan mempercepat koordinasi antarinstansi sekaligus memastikan personel, peralatan, dan logistik siap digunakan ketika terjadi bencana.

“Status siaga darurat merupakan langkah antisipatif agar seluruh unsur penanggulangan bencana dapat bergerak lebih cepat dan terkoordinasi. Kami mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujar Daniel.

Menurut Daniel, BPBD Kalbar terus memperkuat upaya mitigasi melalui pemantauan kondisi cuaca, patroli di wilayah rawan, penyebaran informasi peringatan dini, serta koordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota agar respons penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih awal.

“Setiap laporan kejadian langsung kami tindak lanjuti bersama BPBD kabupaten/kota. Selain penanganan di lapangan, kami juga terus memperkuat koordinasi agar respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu,” kata Daniel.

Salah satu kejadian yang menjadi perhatian BPBD terjadi di Kabupaten Ketapang, ketika banjir rob menggenangi kawasan Jalan S. Parman, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan akibat curah hujan tinggi yang bersamaan dengan pasang air laut. Selain melakukan pemantauan banjir, petugas juga mengevakuasi ular yang masuk ke permukiman warga akibat genangan.

Daniel menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca dari sumber resmi, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana di Kalimantan Barat,” pungkas Daniel.

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
mancingjitu slot thailand slot thailand