Inspirasi Kalbar
Beranda Berita Seni Hidup Secukupnya: Membongkar Rahasia Bahagia Orang Swedia Lewat Buku “Lagom”

Seni Hidup Secukupnya: Membongkar Rahasia Bahagia Orang Swedia Lewat Buku “Lagom”

Sumber foto: gramedia.com

Judul Buku: Lagom “Rahasia Hidup Bahagia Orang Swedia”
Penulis: Lola A. Åkerström
Penerbit: Renebook
Tahun Terbit: 2017
Tebal Halaman: 172
ISBN: 9786021201398
Presensi: Jihan Syaswina Aprilia

InspirasiKalbar, Jakarta – Pernahkah Anda merasa lelah dengan rutinitas harian yang menuntut segalanya harus berlebihan? Bekerja tanpa kenal waktu demi mengejar target karier, memaksakan diri membeli barang-barang terbaru agar tidak dianggap ketinggalan zaman, atau terjebak dalam arus media sosial yang terus menampilkan standar kesuksesan yang sangat tinggi. Kehidupan modern sering kali memaksa kita memilih dua ujung ekstrem diantaranya bekerja sangat keras hingga kelelahan (burnout) atau merasa bersalah saat beristirahat.

Di tengah kepungan budaya yang serba cemas dan serba kurang ini, muncul sebuah pertanyaan mendasar: Apakah kebahagiaan sejati memang memerlukan segalanya dalam jumlah besar?

Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat kita temukan di belahan bumi Eropa Utara. Swedia, sebuah negara yang konsisten berada di barisan teratas negara paling bahagia di dunia, memiliki filosofi hidup sederhana yang diturunkan secara turun-temurun. Filosofi itu terangkum dalam satu kata pendek yang penuh makna: Lagom. Melalui buku berjudul “Lagom: Rahasia Hidup Bahagia Orang Swedia” (Lagom: The Swedish Secret of Living Well), penulis dan fotografer ternama Lola A. Åkerström mengupas tuntas rahasia di balik ketenangan hidup masyarakat Swedia. Diterbitkan di Indonesia oleh Renebook, buku ini hadir sebagai panduan praktis yang mengajarkan kita seni menemukan kebahagiaan dalam porsi yang serba secukupnya.

Memahami Esensi ‘Lagom’: Tidak Kurang, Tidak Lebih
Secara harfiah, kata lagom (dibaca: lar-gohm) tidak memiliki padanan kata yang benar-benar pas dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Namun, secara sederhana, lagom dapat diartikan sebagai “tidak terlalu sedikit, tidak terlalu banyak, tetapi pas.” Masyarakat Swedia meyakini bahwa segala sesuatu dalam hidup akan berjalan harmoni jika berada pada titik keseimbangan. Lagom bukan berarti hidup serba kikir atau membatasi diri dari kenikmatan. Sebaliknya, lagom adalah kesadaran untuk mengambil sesuatu sesuai kebutuhan, membaginya secara adil, dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Penulis membagi pembahasannya ke dalam bab-bab yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, antara lain:

  • Emosi dan Kesejahteraan Diri: Mengelola stres dengan tidak menimbun ekspresi emosi secara berlebihan, serta belajar untuk memaafkan diri sendiri ketika mengalami kegagalan.
  • Dunia Kerja dan Bisnis: Mengubah pola pikir dari hidup untuk bekerja menjadi bekerja untuk hidup. Masyarakat Swedia sangat menjunjung tinggi kebiasaan fika, yaitu tradisi jeda singkat untuk minum kopi dan mengobrol bersama rekan kerja guna menyegarkan pikiran.
  • Pola Konsumsi dan Keuangan: Mengajarkan pentingnya berbelanja secara bijak. Lebih baik membeli barang berkualitas baik yang tahan lama ketimbang menimbun barang-barang murah yang cepat rusak dan akhirnya mengotori rumah.
  • Desain dan Tempat Tinggal: Menata ruangan secara fungsional, rapi, dan menenangkan tanpa pamer kemewahan yang berlebihan.
  • Lingkungan dan Keberlanjutan: Menjaga keseimbangan dengan alam melalui kebiasaan mendaur ulang sampah, menghemat energi, serta menghargai sumber daya alam.

Kelebihan Buku: Menghangatkan Hati dan Mudah Dipraktikkan
Buku karya Lola A. Åkerström ini menawarkan berbagai keunggulan yang membuat proses membaca terasa sangat berkesan dan menenangkan:

  • Sudut Pandang Pengamat yang Objektif
    Lola A. Åkerström adalah seorang penulis imigrant asal Nigeria-Amerika yang menetap di Stockholm, Swedia. Karena bukan warga asli Swedia, ia memiliki kacamata unik dalam memandang budaya tersebut. Ia dapat menjelaskan kebiasaan masyarakat setempat dengan jernih, jujur, dan mudah dipahami oleh pembaca luar.
  • Bahasa Sederhana dan Menuangkan Inspirasi
    Penulis menyajikan pesan-pesannya melalui bahasa tutur yang sangat ramah, hangat, dan tanpa kesan menggurui. Poin-poin dalam buku ini terasa bagaikan obrolan santai di kedai kopi saat kita sedang curhat tentang lelahnya menjalani kehidupan.
  • Pengalaman Visual yang Memanjakan Mata
    Salah satu daya pikat utama dari buku ini terletak pada tampilan fisiknya. Dilengkapi dengan foto-foto dokumentasi lanskap dan interior Swedia karya sang penulis sendiri, pembaca diajak seolah-olah sedang melancong langsung ke negeri beruang es tersebut.
  • Relevan dan Mudah Diterapkan Sehari-hari
    Gagasan yang disampaikan tidak mengawang-awang. Petunjuk yang diberikan sangat membumi, seperti bagaimana cara menata meja kerja, mengatur waktu istirahat, hingga mengelola keuangan belanja bulanan agar tidak konsumtif.

Catatan dan Kekurangan Buku
Meski memiliki banyak nilai positif, ada beberapa hal yang perlu dicermati oleh pembaca sebelum menikmati buku ini:

  • Terdapat Beberapa Pengulangan Konsep
    Karena gagasan utama buku ini terfokus pada prinsip kesederhanaan dan keseimbangan, pesan moral di beberapa bab terasa agak berulang. Pembaca mungkin akan menemukan garis besar nasihat yang hampir sama sewaktu membaca bab tentang rumah tangga dan bab tentang pekerjaan.
  • Konteks Budaya Negara Maju
    Sistem sosial di Swedia sangat didukung oleh jaminan kesejahteraan yang kuat dari pemerintahnya (seperti jam kerja yang teratur dan tunjangan kesehatan yang baik). Oleh karena itu, penerapan beberapa konsep lagom, terutama yang berkaitan dengan ritme kerja mungkin perlu sedikit penyesuaian jika ingin diterapkan dalam lingkungan kerja masyarakat berkembang yang serba cepat dan penuh tuntutan.

Pesan Moral untuk Kehidupan Kita
Melalui lembaran-lembaran buku ini, kita diingatkan kembali mengenai makna kebahagiaan sejati. Di dunia yang terus mendorong kita untuk menginginkan lebih kaya, lebih terkenal, lebih menawan sementara buku “Lagom” membentangkan jalan alternatif yang menyejukkan. Pesan moral terpenting dari buku ini adalah keberanian untuk merasa cukup. Bahagia tidak selalu diukur dari seberapa banyak harta yang terkumpul di dalam lemari atau seberapa tinggi jabatan yang tertulis di kartu nama. Kebahagiaan sejati lahir ketika kita mampu menikmati hal-hal kecil dengan hati yang tenang, memiliki hubungan yang sehat dengan sesama, dan berdamai dengan batas kemampuan diri.

Kesimpulan
Buku “Lagom: Rahasia Hidup Bahagia Orang Swedia” karya Lola A. Åkerström adalah sebuah bacaan reflektif yang sangat berharga. Buku ini bertindak seperti pengingat lembut yang mengajak kita melambatkan langkah di tengah deru kehidupan yang serba bergegas.

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
https://mancingjitu.com/