Inspirasi Kalbar
Beranda Berita Makan Bergizi Saja Belum Cukup, Komisi IX DPR Dorong Penanganan Stunting Lebih Menyeluruh

Makan Bergizi Saja Belum Cukup, Komisi IX DPR Dorong Penanganan Stunting Lebih Menyeluruh

Sumber: Threads@dpr_ri

InspirasiKalbar, Jakarta – Upaya mencegah stunting tidak cukup hanya dengan memastikan anak mendapatkan makanan bergizi. Faktor lain seperti akses air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, kualitas data, hingga koordinasi lintas sektor juga menjadi bagian penting dalam penanganan keluarga berisiko stunting.

Hal tersebut menjadi perhatian Komisi IX DPR RI dalam evaluasi penanganan Keluarga Berisiko Stunting (KRS). Melalui unggahan akun resmi DPR RI di Threads, Komisi IX menekankan perlunya penanganan yang menyeluruh agar berbagai program pemerintah dapat benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Dalam unggahan tersebut disebutkan terdapat sekitar 8 juta KRS yang menjadi sasaran intervensi. Karena jumlah sasaran yang besar, ketepatan data menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Data yang akurat diperlukan agar program yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Persoalan stunting juga tidak berdiri sendiri. Ketersediaan air bersih dan sanitasi layak memiliki kaitan dengan kondisi kesehatan keluarga. Komisi IX sebelumnya juga menyoroti persoalan tersebut dalam rapat kerja bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN pada 15 September 2026. DPR mencatat dari 8,12 juta KRS, sekitar 2,93 juta keluarga masih memiliki jamban tidak layak, sedangkan 1,74 juta keluarga belum memiliki akses air minum layak.

Selain itu, koordinasi antarinstansi menjadi bagian yang tidak kalah penting. Penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai sektor karena persoalannya berkaitan dengan kesehatan, lingkungan, kependudukan, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.

Komisi IX juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap program yang telah berjalan. Intervensi diharapkan tidak hanya berorientasi pada jumlah bantuan atau capaian program, tetapi juga melihat apakah manfaatnya benar-benar dirasakan keluarga sasaran.

Dengan demikian, pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Makanan bergizi tetap menjadi bagian penting, tetapi harus berjalan bersama perbaikan sanitasi, akses air bersih, pelayanan kesehatan, pendataan yang akurat, serta koordinasi lintas sektor.

Bagi keluarga yang berada dalam kelompok berisiko, ketepatan sasaran menjadi sangat penting. Jangan sampai program yang dirancang untuk membantu justru tidak menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.(Fahrodin)

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
https://mancingjitu.com/