Inspirasi Kalbar
Beranda Berita Mawar dari Bung Karno, Mekar Menjadi Persahabatan Indonesia-Bulgaria

Mawar dari Bung Karno, Mekar Menjadi Persahabatan Indonesia-Bulgaria

Sumber: Threads @dpr_ri

InspirasiKalbar, Jakarta – Hubungan Indonesia dan Bulgaria memasuki usia hampir 70 tahun. Di tengah perjalanan panjang diplomasi kedua negara, sebuah pertemuan di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, kembali mengingatkan bahwa hubungan antarnegara tidak selalu dibangun hanya melalui kepentingan politik, tetapi juga melalui persahabatan, budaya, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat.

Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Bulgaria, Alexander Poulev. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali hubungan Indonesia–Bulgaria yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Pertemuan itu bukan sekadar agenda diplomatik. Ada sejarah panjang yang menjadi latar belakang hubungan kedua negara. Salah satu simbol yang menarik adalah Bung Karno dan Bulgarian Rose, yang dalam perjalanan sejarah menjadi bagian dari narasi persahabatan Indonesia dan Bulgaria.

Hubungan Indonesia dengan Bulgaria memiliki cerita yang cukup unik. Nama Presiden Soekarno atau Bung Karno menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah kedekatan kedua negara.

Sementara itu, Bulgarian Rose atau mawar Bulgaria dikenal sebagai salah satu simbol budaya dan identitas Bulgaria. Mawar yang tumbuh di Lembah Mawar tersebut bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari citra Bulgaria di dunia internasional.

Jejak sejarah dan simbol budaya tersebut kemudian menjadi pengingat bahwa diplomasi dapat tumbuh dari berbagai sisi. Hubungan antarnegara tidak hanya berbicara mengenai perjanjian dan kepentingan strategis, tetapi juga tentang bagaimana dua bangsa saling mengenal dan membangun rasa saling menghargai.

Hampir tujuh dekade hubungan diplomatik tentu bukan waktu yang singkat. Banyak perubahan telah terjadi, baik di Indonesia maupun Bulgaria. Namun, hubungan yang telah dibangun sejak masa lalu tetap dapat menjadi fondasi untuk menciptakan kerja sama baru di masa sekarang.

Dalam pertemuan Puan Maharani dan Alexander Poulev, hubungan Indonesia–Bulgaria dapat dilihat dari perspektif yang lebih luas. Kerja sama kedua negara tidak berhenti pada hubungan pemerintahan, tetapi juga mencakup perdagangan, pendidikan, budaya hingga diplomasi parlemen.

Diplomasi parlemen memiliki ruang tersendiri dalam membangun komunikasi antarnegara. Melalui parlemen, hubungan bilateral dapat diperkuat melalui pertukaran pandangan, kerja sama antarlembaga legislatif, serta pembahasan berbagai persoalan yang memiliki kepentingan bersama.

Di tengah dunia yang semakin terhubung, hubungan semacam ini menjadi penting. Negara tidak bisa hanya mengandalkan hubungan politik formal. Interaksi antarlembaga, masyarakat, akademisi, pelaku usaha dan kelompok budaya juga dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan bilateral.

Kerja sama perdagangan, misalnya, dapat membuka peluang bagi produk Indonesia untuk semakin dikenal di Bulgaria maupun kawasan Eropa. Begitu pula kerja sama pendidikan dan kebudayaan yang dapat mempertemukan generasi muda dari kedua negara.

Pertemuan Puan Maharani dengan Wakil Perdana Menteri Bulgaria menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang hubungan kedua negara sekaligus memikirkan masa depannya.

Jika hubungan diplomatik diibaratkan sebuah taman, hampir 70 tahun persahabatan Indonesia dan Bulgaria merupakan pohon yang telah tumbuh melewati berbagai musim. Agar tetap hidup, pohon tersebut membutuhkan perawatan dan kerja sama dari kedua belah pihak.

Generasi saat ini memiliki tugas untuk menjaga hubungan yang telah dibangun para pendahulu. Sejarah tidak seharusnya hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi menjadi pijakan untuk menciptakan kerja sama yang lebih relevan dengan kebutuhan masa kini.

Dari jejak Bung Karno hingga simbol Bulgarian Rose, persahabatan Indonesia–Bulgaria memiliki cerita yang tidak berhenti pada masa lalu. Hubungan tersebut masih memiliki ruang untuk berkembang melalui perdagangan, pendidikan, kebudayaan dan diplomasi parlemen.

Pada akhirnya, diplomasi bukan hanya tentang bagaimana sebuah negara memperjuangkan kepentingannya. Diplomasi juga tentang bagaimana dua bangsa menemukan titik temu dan membangun kepercayaan.

Menjelang 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Bulgaria, harapannya sederhana, persahabatan yang telah ditanam sejak masa lalu dapat kembali mekar dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat kedua negara. (Fahrodin)

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
https://mancingjitu.com/