Medan Sulit dan Minim Air Hambat Pemadaman Karhutla
Inspirasikalbar,PONTIANAK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat menyebut medan sulit dan keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan di Kalbar.
Kondisi tersebut terutama terjadi di kawasan lahan gambut yang sulit dijangkau kendaraan pemadam dan jauh dari sumber air. Akibatnya, proses pemadaman sering memerlukan waktu lebih lama dan personel harus bekerja ekstra di lapangan.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan akses menuju lokasi kebakaran masih menjadi kendala utama, terutama di area gambut yang berada jauh dari permukiman warga.
“Akses menuju titik api sangat terbatas dan sumber air juga tidak tersedia dalam jarak dekat. Kondisi ini memperlambat proses pemadaman,” ujarnya.
BPBD Kalbar saat ini mulai mengantisipasi keterbatasan air dengan menyiapkan tendon air sebagai cadangan di sejumlah daerah rawan karhutla. Fasilitas tersebut digunakan untuk menampung pasokan air yang di angkut menggunakan kendaraan menuju lokasi kebakaran.
Selain medan berat, karakteristik lahan gambut juga membuat api sulit di padamkan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah. Kondisi cuaca panas, angin kencang, dan vegetasi kering mempercepat penyebaran api ke wilayah lain.
BPBD Kalbar bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan terus memperkuat patroli serta pemantauan titik panas untuk mencegah kebakaran meluas selama musim kemarau 2026. Pemerintah daerah juga di minta meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadaman di wilayah rawan.
Selain itu, masyarakat di imbau tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu karhutla lebih besar. BPBD menilai pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif di banding penanganan setelah api meluas.
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini







