Inspirasi Kalbar
Beranda Berita Norsan Tekankan Kearifan Lokal Tetap Dihormati, Pembukaan Lahan Wajib Ikuti Aturan

Norsan Tekankan Kearifan Lokal Tetap Dihormati, Pembukaan Lahan Wajib Ikuti Aturan

Gubernur Kalbar Ria Norsan mengingatkan warga tidak membakar lahan

Daftar isi:

[Sembunyikan] [Tampilkan]

    Inspirasikalbar, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang menggunakan api, khususnya pembakaran lahan. Imbauan ini disampaikan di tengah kembali munculnya sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Norsan menegaskan, masyarakat tidak dilarang menjalankan kearifan lokal dalam membuka lahan, tetapi seluruh prosesnya harus dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
    “Jangan bakar sembarangan. Kalau bakar sampah boleh, tapi ditunggu dan dipadamkan,” ujar Norsan, Senin (27/7/2026).

    Ia menjelaskan, kegiatan membuka lahan dengan cara membakar untuk kepentingan berladang dengan luasan tertentu telah memiliki aturan melalui peraturan daerah. Ketentuan tersebut antara lain mengharuskan masyarakat membuat blok pembatas agar api tidak merembet.
    “Demikian juga ada kearifan lokal, kita membakar ladang sebesar dua hektare, itu diatur dengan perda, tetapi juga ikuti aturannya,” jelasnya.

    Selain membuat blok keliling, masyarakat yang hendak melakukan pembakaran juga diminta melapor kepada kepala desa. Setelah proses pembakaran selesai, lokasi harus ditinggalkan setelah dipastikan tidak ada lagi api.

    “Sebelum dibakar diberi blok keliling, kemudian lapor kepala desa, kemudian meninggalkan tempat yang dibakar setelah api benar-benar padam,” lanjut Norsan.

    Aktivitas Manusia Jadi Perhatian

    Norsan menyebut pembakaran oleh manusia menjadi faktor yang dominan dalam kejadian kebakaran lahan di Kalimantan Barat.

    “Dilihat permasalahannya, kebakaran dan dibakar ini, 90 persen itu dibakar. Saya boleh mengatakan 90 persen dibakar,” katanya.

    Menurutnya, kebakaran memang dapat terjadi akibat faktor alam maupun kondisi tertentu. Ia mencontohkan pantulan sinar matahari yang dapat memunculkan percikan api, tetapi kejadian tersebut relatif jarang.

    “Ada juga yang tidak dibakar karena pantulan sinar matahari bisa memercikkan api, itu bisa juga terjadi, tetapi jarang sekali. Paling banyak dibakar,” ujarnya.

    Gubernur juga mengingatkan bahwa pembakaran yang menimbulkan kebakaran dapat berhadapan dengan proses hukum. Ia memastikan aparat penegak hukum akan menindak apabila pelaku pembakaran berhasil diketahui.

    “Umpamanya ketahuan siapa yang bakar, Polda tidak sungkan untuk menindaklanjuti sesuai proses hukum karena juga sudah banyak yang kemarin ditindaklanjuti,” tegas Norsan.

    Ia mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan pencegahan agar kebakaran tidak meluas. Menurutnya, pengendalian api sejak awal merupakan bagian penting dalam menjaga lingkungan serta keselamatan masyarakat Kalimantan Barat.

    Meta Description:
    Gubernur Kalbar Ria Norsan mengingatkan warga tidak membakar lahan sembarangan di tengah meningkatnya risiko karhutla. Ia menegaskan pembakaran harus mengikuti aturan dan memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

    Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

    Klik Disini
    Bagikan:

    Iklan

    // Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
    mancingjitu