Karhutla Kalbar Januari–Juni 2026 Capai 28.680 Hektare, Ketapang dan Kubu Raya Jadi Wilayah Terparah
InspirasiKalbar, Pontianak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 28.680,47 hektare.
Berdasarkan data BPBD Kalbar, Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni mencapai 8.095,85 hektare. Posisi kedua ditempati Kabupaten Kubu Raya dengan luas lahan terbakar 7.913,05 hektare, disusul Kabupaten Mempawah seluas 6.129,53 hektare.
Sementara itu, Kabupaten Sambas mencatat luas kebakaran mencapai 2.228,20 hektare, Kabupaten Bengkayang 1.433,69 hektare, Kabupaten Kayong Utara 1.105,20 hektare, Kota Singkawang 374,74 hektare, Kabupaten Pontianak 295,29 hektare, Kabupaten Kapuas Hulu 450,38 hektare, Kabupaten Sintang 139,98 hektare, Kabupaten Sanggau 136,72 hektare, Kabupaten Melawi 129,06 hektare, dan Kabupaten Sekadau menjadi wilayah dengan luasan terkecil, yakni 4,18 hektare.
Ketua Satuan Tugas Informasi BPBD Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan data tersebut merupakan akumulasi luas lahan yang terbakar selama periode Januari hingga Juni 2026.
Ia mengungkapkan tingginya angka kebakaran di sejumlah daerah menjadi perhatian serius, terutama memasuki puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
BPBD Kalbar mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kebakaran tidak meluas.
BPBD bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, dan berbagai pihak terkait terus meningkatkan upaya pencegahan serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat selama musim kemarau. (red)
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini






