Delapan Daerah di Kalbar Tetapkan Status Siaga Karhutla
Inspirasikalbar, Pontianak – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus meningkat seiring memasuki puncak musim kemarau. Hingga saat ini, sebanyak delapan kabupaten dan kota di Kalbar telah menetapkan status siaga bencana kabut asap sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi meluasnya kebakaran.
Ketua Satuan Tugas Informasi BPBD Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan penetapan status siaga dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah, mulai dari pencegahan, patroli, hingga percepatan penanganan apabila terjadi kebakaran.
Menurut Daniel, daerah yang telah menetapkan status siaga bencana kabut asap meliputi Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sintang, Sambas, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, dan Melawi.
“Penetapan status siaga ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau,” ujarnya.
BPBD Kalbar menilai kondisi cuaca yang cenderung kering dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang didominasi lahan gambut. Karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah utama agar kebakaran tidak semakin meluas dan menimbulkan kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat maupun aktivitas transportasi.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, serta berbagai pihak terkait untuk melakukan patroli terpadu, pemantauan titik panas, dan sosialisasi kepada masyarakat.
Daniel mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Cara tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca sedang kering.
Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat atau petugas BPBD apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran hutan dan lahan. Dengan pelaporan yang cepat, proses pemadaman dapat dilakukan lebih awal sehingga kebakaran tidak meluas.
BPBD Kalbar berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah karhutla. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menekan luas kebakaran serta mencegah terjadinya bencana kabut asap di Kalimantan Barat selama musim kemarau tahun ini. (red)
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini







