Inspirasi Kalbar
Beranda Berita Langit Halim Jadi Panggung Kerja Sama Indonesia-Prancis dalam PEGASE 2026

Langit Halim Jadi Panggung Kerja Sama Indonesia-Prancis dalam PEGASE 2026

Sumber: Threads@kemhan_ri

InspirasiKalbar, Jakarta – Suara mesin pesawat tempur memecah langit Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (24/9/2026). Di bawah langit ibu kota, pesawat Rafale, A400M, dan A330 MRTT menjadi bagian dari rangkaian Latihan Bersama (Latma) PEGASE 2026 yang mempertemukan kemampuan udara Indonesia dan Prancis.

Momen tersebut turut disaksikan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis Catherine Vautrin. Keduanya meninjau langsung sejumlah kegiatan latihan yang berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma.

Bukan sekadar pertunjukan pesawat tempur, latihan ini memperlihatkan bagaimana dua negara mencoba menyatukan kemampuan, prosedur, dan pengalaman dalam satu operasi udara.

Salah satu adegan yang menarik perhatian adalah penerjunan statik prajurit Korpasgat TNI AU dari pesawat A400M. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari latihan taktis yang menguji kemampuan personel dan pesawat dalam menjalankan operasi secara terintegrasi.

Selain itu, pesawat Rafale TNI AU dan Angkatan Udara Prancis melakukan flypast. Latihan juga memperlihatkan formasi pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling) yang melibatkan pesawat tanker A330 MRTT dan Rafale.

Bagi TNI AU, latihan semacam ini memiliki arti penting karena bukan hanya berkaitan dengan pengoperasian alutsista, tetapi juga bagaimana personel dari dua negara dapat bekerja dengan prosedur yang saling dipahami.

PEGASE 2026 sendiri merupakan edisi ketujuh dari misi proyeksi kekuatan udara Prancis di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia menjadi salah satu titik persinggahan sekaligus mitra latihan dalam rangkaian misi tersebut.

Kehadiran Rafale dan A400M dalam latihan tahun ini juga memiliki konteks tersendiri. Indonesia mulai mengoperasikan Rafale dan A400M yang diperoleh dari Prancis, sehingga latihan bersama memberikan ruang bagi kedua negara untuk berbagi pengalaman dalam pengoperasian alutsista tersebut.

Menurut ANTARA, Misi PEGASE 2026 berlangsung di Indonesia pada 20–25 September 2026. Dalam rangkaian tersebut, pesawat Rafale dan A400M milik Prancis serta TNI AU melakukan latihan bersama.

Kerja sama itu tidak berhenti pada manuver udara. Kementerian Pertahanan juga menyebut adanya pertukaran pengalaman operasional, pemeliharaan, doktrin taktis, serta Subject Matter Expert Exchange antara personel kedua negara.

Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama pertahanan tidak hanya berbicara mengenai pembelian atau kepemilikan alutsista. Kemampuan personel untuk mengoperasikan, merawat, dan mengintegrasikan sistem persenjataan juga menjadi bagian penting.

Di balik suara mesin pesawat yang bergemuruh, PEGASE 2026 juga membawa pesan diplomasi pertahanan Indonesia–Prancis. Kementerian Pertahanan menyebut latihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat interoperabilitas dan kerja sama kedua negara. Menteri Catherine Vautrin juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama Indonesia selama pelaksanaan latihan.

Sehari sebelumnya, kedua negara juga membahas penguatan kerja sama pertahanan, termasuk pertukaran perwira untuk pendidikan dan latihan. Indonesia dan Prancis juga merencanakan latihan bersama Garuda Guerrier di Prancis pada November 2026. Dengan demikian, PEGASE 2026 dapat dilihat sebagai salah satu bagian dari rangkaian hubungan pertahanan yang lebih luas antara Jakarta dan Paris.

Latihan militer sering kali terlihat dari sisi yang paling mudah disaksikan: pesawat yang terbang dalam formasi, penerjun yang keluar dari pesawat, atau jet tempur yang melintas di langit. Namun, di balik itu terdapat proses panjang berupa koordinasi, komunikasi, latihan prosedur, pertukaran pengetahuan, dan penyesuaian kemampuan.

Bagi Indonesia dan Prancis, PEGASE 2026 menjadi ruang untuk menguji kemampuan tersebut secara langsung. Bagi kawasan Indo-Pasifik, kegiatan ini juga menunjukkan keterlibatan kedua negara dalam membangun kerja sama pertahanan dan interoperabilitas.

Pada akhirnya, langit Halim bukan hanya menjadi tempat pesawat-pesawat tempur menunjukkan kemampuan. Di sana, kerja sama Indonesia dan Prancis sedang diuji melalui latihan nyata dari ketepatan penerjunan hingga koordinasi pengisian bahan bakar di udara.(Fahrodin)

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
https://mancingjitu.com/