Mobil Diduga Bertangki Modifikasi Bebas Isi BBM Subsidi di Ketapang
InspirasiKalbar, Ketapang – Dugaan praktik pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Ketapang kembali mencuat. Sebuah mobil Toyota Kijang berwarna biru diduga bebas melakukan pengisian BBM subsidi dalam jumlah besar menggunakan tangki modifikasi atau yang kerap disebut “tangki siluman” di SPBU Nomor 64.781.08, wilayah Ketapang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan tersebut berada lebih lama di dispenser dibandingkan kendaraan lain yang sedang mengantre. Kondisi itu memunculkan dugaan adanya pengisian berulang dengan kapasitas tidak normal.
Usai melakukan pengisian, mobil tersebut terlihat bergerak menuju sebuah rumah di kawasan Jalan Sunan Gunung Jati, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong. Lokasi itu diduga dijadikan tempat penampungan BBM.
Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut aktivitas tersebut telah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara terbuka di lingkungan permukiman.
“Mobil keluar masuk hampir setiap hari. Sudah ada motor pelangsir yang menunggu di lokasi. Di dalam rumah juga ada alat pompa untuk menyedot BBM dari mobil,” ujarnya.

Warga lainnya juga mengungkapkan adanya sejumlah kendaraan yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.
“Mobil ada sekitar lima unit. Satu mobil bisa bawa sampai empat drum. Setiap hari bolak-balik isi BBM subsidi dari SPBU tersebut. Kami takut kalau sampai terjadi kebakaran atau ledakan karena gudang berada dekat rumah warga,” katanya, Kamis (22/5).
Warga menduga BBM subsidi tersebut disalurkan ke aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Ketapang. Dugaan itu diperkuat dengan intensitas kendaraan pelangsir yang hilir mudik dari SPBU menuju lokasi penampungan.
Saat dikonfirmasi, pemilik gudang berinisial MHD tidak memberikan penjelasan terkait legalitas usaha maupun izin penyimpanan BBM. Ia justru mengarahkan awak media untuk menanyakan hal tersebut kepada pihak SPBU di Jalan Panjaitan.
Sementara itu, salah seorang operator SPBU mengaku tidak mengetahui keberadaan pengawas saat pengisian BBM yang diduga tidak wajar berlangsung.
“Tadi ada pengawas di sini, sekarang tidak tahu ke mana,” ucapnya singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun instansi terkait mengenai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polres Ketapang menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang beredar.
“Terima kasih atas informasinya. Kami akan berkoordinasi dan menunggu petunjuk pimpinan,” ujarnya melalui sambungan telepon WhatsApp, Jumat (23/5).
Warga berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan praktik pelangsiran BBM subsidi yang disebut telah berlangsung cukup lama di wilayah tersebut.
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini









