Inspirasi Kalbar
Beranda Berita Kubu Raya Perkuat Strategi Hadapi Karhutla, Sukiryanto Usulkan Embung Darurat untuk Percepat Pemadaman

Kubu Raya Perkuat Strategi Hadapi Karhutla, Sukiryanto Usulkan Embung Darurat untuk Percepat Pemadaman

Foto : Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai meningkat seiring musim kemarau (Prokopim KKR)

Inspirasikalbar,  Kubu Raya – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai meningkat seiring musim kemarau. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar koordinasi rutin bersama seluruh pihak terkait guna mengevaluasi sekaligus memperkuat strategi penanganan di lapangan.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, di Ruang Pamong Praja I Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (31/7/2026).

Dalam arahannya, Sukiryanto mengungkapkan bahwa tantangan penanganan karhutla di Kubu Raya cukup besar. Sekitar 80 persen wilayah kabupaten tersebut merupakan lahan gambut yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau berkepanjangan.

Ia menjelaskan, sejumlah kawasan seperti Sepakat, Kecamatan Sungai Raya, hingga Sungai Ambawang memiliki kedalaman gambut mencapai enam hingga delapan meter. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman api menjadi lebih sulit karena api dapat terus menyala di lapisan bawah permukaan tanah.

“Kita memiliki personel dan peralatan, tetapi ketika sumber air sulit didapat, pemadaman menjadi jauh lebih berat,” ujar Sukiryanto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan, relawan, serta masyarakat yang selama ini terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di berbagai wilayah Kubu Raya.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, Kubu Raya saat ini menjadi daerah dengan jumlah titik api terbanyak ketiga di Kalimantan Barat setelah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Menurut Sukiryanto, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius mengingat posisi strategis Kubu Raya sebagai wilayah penyangga Bandara Internasional Supadio. Asap akibat kebakaran lahan berpotensi mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan apabila tidak segera dikendalikan.

Untuk meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan, Sukiryanto meminta penambahan tim survei dari BPBD serta penguatan dukungan personel dari Polres Kubu Raya agar proses pemetaan titik api dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

Selain itu, ia mengusulkan pembangunan embung darurat menggunakan terpal di sejumlah lokasi rawan kebakaran. Menurutnya, langkah tersebut merupakan solusi yang cepat dan ekonomis untuk memastikan ketersediaan air saat proses pemadaman berlangsung.

Ia menyebut biaya pembangunan satu embung darurat hanya sekitar Rp3,6 juta, namun manfaatnya dinilai sangat besar dalam mempercepat respons petugas ketika terjadi kebakaran.

“Kalau tersedia cadangan air di dekat lokasi kebakaran, respons pemadaman tentu akan jauh lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, dalam rapat koordinasi tersebut juga dibahas penguatan langkah pencegahan hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Seluruh unsur yang terlibat diharapkan semakin meningkatkan sinergi agar potensi karhutla dapat ditekan sejak dini dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Jika ada data lanjutan mengenai arahan Kapolres Kubu Raya (karena bagian akhir hanya tertulis “Kapolres Perintahkan Pencegahan hingga Penegakan Hukum” tanpa isi pernyataannya), saya bisa menambahkan kutipan dan menjadikannya satu berita yang lebih lengkap dan berimbang. (red)

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
mancingjitu slot thailand slot thailand