Inspirasi Kalbar
Beranda Tecno Awas Tertipu, Rahasia Otak Manusia Saat Menyaksikan Harvest Moon 2026

Awas Tertipu, Rahasia Otak Manusia Saat Menyaksikan Harvest Moon 2026

Sumber: Rebekah Vos (Unsplash.com)

InspirasiKalbar, Sains – Siap-siap menandai kalender Anda. Pada tanggal 26 September 2026, langit malam Indonesia akan kedatangan tamu spesial. Fenomena astronomi tahunan bernama Harvest Moon (Bulan Purnama Panen) akan menghiasi langit. Menariknya lagi, purnama kali ini tidak sendirian karena ia akan tampak berpapasan sangat dekat dengan planet bercincin, Saturnus.

Bagi Anda yang gemar menikmati pemandangan langit, momen terbaik adalah sesaat setelah matahari terbenam. Ketika Bulan baru menyembul di ufuk timur, ia sering kali terlihat begitu menakjubkan, berukuran raksasa, sangat dekat, dan berwarna kuning oranye kemerahan.

Namun, sains punya sebuah kejutan untuk Anda. Ukuran raksasa Bulan di dekat garis cakrawala itu sebenarnya palsu. Itu murni sebuah kebohongan yang diciptakan oleh otak Anda sendiri.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Mari kita bedah rahasia sains di baliknya!

Mengapa Warnanya Oranye Kemerahan?

Sebelum membahas ukurannya yang menipu, kita bahas dulu warnanya. Mengapa Bulan yang baru terbit di ufuk tampak kemerahan seperti matahari terbenam, padahal saat sudah tinggi di langit warnanya kembali putih keperakan?

Secara sains, ini disebut Hamburan Rayleigh (Rayleigh Scattering). Saat Bulan berada di posisi rendah dekat cakrawala, cahayanya harus melewati lapisan atmosfer bumi yang jauh lebih tebal untuk sampai ke mata kita. Atmosfer bumi ini bertindak seperti filter yang memecah gelombang cahaya. Gelombang cahaya biru yang pendek habis terhambur di perjalanan, sementara gelombang cahaya merah dan oranye yang lebih panjang berhasil lolos dan menembus mata kita.

Kamera Ponsel Tidak Bisa Dibohongi

Kembali ke misteri ukuran Bulan yang tampak raksasa. Fenomena ini di dunia sains dikenal dengan nama Moon Illusion (Ilusi Bulan). Manusia sudah memperdebatkannya sejak zaman Aristoteles pada ratusan tahun sebelum masehi.

Jika Anda tidak percaya bahwa ukuran besar itu adalah tipuan mata, Anda bisa melakukan eksperimen sains sederhana ini nanti malam saat Harvest Moon tiba:

  1. Ambil ponsel Anda saat Bulan baru terbit dan posisinya masih rendah di dekat pohon atau gedung. Potretlah Bulan tersebut tanpa menggunakan fitur zoom.
  2. Tunggu beberapa jam hingga Bulan sudah naik tinggi di atas kepala Anda (zenit).
  3. Potret kembali Bulan tersebut dengan ponsel yang sama, posisi yang sama, dan tanpa zoom.

Saat Anda membandingkan kedua foto tersebut, Anda akan terkejut. Ukuran piksel Bulan di kedua foto itu persis sama! Kamera ponsel adalah benda mati yang jujur; ia tidak memiliki persepsi psikologis seperti manusia. Lalu, mengapa mata telanjang kita melihatnya berbeda?

Teori Ilusi Ponzo

Hingga saat ini, para ilmuwan kognitif dan psikolog sepakat bahwa Ilusi Bulan terjadi karena cara otak kita memproses jarak dan ruang. Salah satu penjelasan paling populer adalah Ilusi Ponzo.

Otak manusia adalah mesin pelacak visual yang luar biasa. Ketika Bulan berada di dekat cakrawala, otak kita secara otomatis melihat Bulan bersanding dengan objek latar depan yang sudah kita kenal ukurannya, seperti deretan pohon, gedung bertingkat, atau garis gunung di kejauhan.

Karena otak tahu objek-objek bumi itu letaknya sangat jauh di garis cakrawala, otak mengambil kesimpulan logis yang keliru: “Kalau objek di ujung dunia saja terlihat kecil, dan Bulan berada di belakang objek tersebut namun tampak sebesar itu, berarti ukuran Bulan itu pasti sangat raksasa!”

Sebaliknya, saat Bulan sudah naik tinggi di atas langit, ia berada di tengah ruang hampa yang kosong tanpa ada objek pembanding sama sekali. Karena tidak ada pembanding, otak kita kehilangan jangkar visualnya dan memproses ukuran Bulan ke ukuran normalnya yang sebenarnya.

Jadi, saat Anda memandang langit pada 26 September 2026 nanti dan terpukau oleh indahnya Harvest Moon yang tampak besar berdampingan dengan Saturnus, ingatlah fakta menyenangkan ini, keindahan visual yang luar biasa tersebut tidak hanya terjadi di luar angkasa sana, melainkan sedang diracik secara aktif oleh miliaran sel saraf di dalam kepala Anda.

Selamat berburu foto Harvest Moon, dan jangan biarkan otak Anda menipu Anda (Rida Ulkibria) 

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
https://mancingjitu.com/