Kalimantan Menembus 38,6°C, Begini Cara Kerja Otak dan Tubuhmu Menahan Gerah

InspirasiKalbar, Sains – Belakangan ini, buka media sosial rasanya penuh dengan keluhan yang sama: “Kok cuaca panas banget, ya?” Anda tidak sedang berhalusinasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis data suhu maksimum harian di Indonesia, dan hasilnya cukup mengejutkan. Beberapa wilayah mencatatkan suhu ekstrem, bahkan area Kalimantan Barat sempat menembus angka 38,6 derajat Celsius!
Menghadapi cuaca yang mirip “simulasi neraka” ini, tubuh kita sebenarnya sedang melakukan perjuangan yang luar biasa di tingkat seluler.
Bagaimana sebenarnya cara tubuh kita bertahan agar tidak “overheat” di tengah suhu ekstrem? Dan mengapa panas di Indonesia rasanya jauh lebih menyiksa daripada panas di negara gurun? Mari kita bedah sains di baliknya!
Hipotalamus “Termostat” Canggih di Dalam Kepala Anda
Di dalam otak manusia, ada bagian kecil namun sangat kuat bernama hipotalamus. Anggap saja hipotalamus ini adalah remote AC otomatis bagi tubuh Anda.
Suhu internal tubuh manusia yang ideal dan sehat adalah sekitar 37°C. Ketika suhu lingkungan melonjak hingga 38,6°C seperti yang terjadi di Kalimantan baru-baru ini, sensor di kulit Anda akan mengirim sinyal darurat ke hipotalamus: “Bahaya, suhu tubuh mulai naik!”
Seketika itu juga, hipotalamus akan mengaktifkan dua mode penyelamatan utama:
- Vasodilatasi (Pelebaran Pembuluh Darah): Otak memerintahkan pembuluh darah di dekat kulit untuk melebar. Tujuannya agar darah panas dari organ dalam bisa mengalir ke permukaan kulit dan melepaskan panasnya ke udara luar. Inilah alasan mengapa wajah atau kulit kita terlihat memerah saat kegerahan.
- Produksi Keringat: Otak memicu jutaan kelenjar keringat untuk memompa air ke permukaan kulit.
Fun Fact: Keringatmu Sebenarnya Gagal Mendinginkan Tubuh!
Sekarang masuk ke fakta ilmiah yang sering disalahpahami. Banyak orang mengira bahwa keluarnya air keringat adalah proses yang mendinginkan tubuh. Itu keliru.
Secara fisika dan biologi, yang menurunkan suhu tubuh bukanlah keluarnya keringat, melainkan proses penguapan (evaporasi) keringat tersebut dari kulit ke udara. Saat butiran keringat berubah menjadi gas/uap, ia membawa pergi energi panas dari tubuh Anda.
Nah, di sinilah letak masalahnya bagi kita yang tinggal di Indonesia.
Indonesia adalah negara tropis dengan kelembapan udara yang sangat tinggi. Udara di sekitar kita sudah “kenyang” dan padat oleh uap air. Karena udara sudah penuh, keringat di kulit kita tidak bisa menguap dengan cepat. Keringat akhirnya hanya mengucur, menumpuk, dan membuat baju kita basah kuyup tanpa memberikan efek pendinginan yang maksimal.
Inilah alasan ilmiah mengapa suhu 38°C di Indonesia terasa jauh lebih sumpek, lengket, dan menyiksa dibandingkan suhu 38°C di negara Timur Tengah yang udaranya kering (di mana keringat langsung menguap seketika).
Saat Sistem Pendingin Mulai “Jebol”
Jika kita terus berada di bawah terik matahari tanpa hidrasi yang cukup, sistem pendingin tubuh ini bisa kewalahan. Kondisi ini dimulai dari heat exhaustion (kelelahan karena panas) yang ditandai dengan pusing, mual, dan kram otot.
Jika dibiarkan, tubuh bisa mengalami heat stroke, kondisi darurat di mana suhu tubuh melonjak hingga di atas 40°C, hipotalamus berhenti berfungsi, tubuh tidak bisa lagi mengeluarkan keringat, dan organ dalam mulai mengalami kerusakan akibat kepanasan.
Solusi Ilmiah untuk Mendinginkan Tubuh
Melihat cara kerja tubuh di atas, sains memberikan kita tips terbaik untuk bertahan di cuaca ekstrem:
- Jangan Cuma Minum Air saat Haus: Minumlah secara berkala sebelum sinyal haus muncul untuk mengganti volume air yang hilang menjadi keringat.
- Gunakan Kipas Angin secara Tepat: Kipas angin membantu mengalirkan udara baru yang belum jenuh oleh uap air ke dekat kulit Anda, sehingga membantu proses penguapan keringat menjadi lebih cepat.
- Pilih Pakaian Longgar: Pakaian yang ketat akan menjebak kelembapan di permukaan kulit dan menghentikan proses pendinginan alami tubuh.
Di tengah cuaca yang super terik ini, hargailah kerja keras hipotalamus dan tubuh Anda dengan tetap menjaga hidrasi dan berteduh saat matahari sedang terik-teriknya. (Rida Ulkibria)
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini



