Inspirasi Kalbar
Beranda Berita BPBD Kalbar Intensifkan Operasi Darat dan Udara Tangani Karhutla

BPBD Kalbar Intensifkan Operasi Darat dan Udara Tangani Karhutla

Ai

Inspirasikalbar,PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus mengintensifkan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli darat, patroli udara, dan operasi water bombing di sejumlah wilayah yang masih menjadi prioritas penanganan.

Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel Sinyor, mengatakan upaya penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi, mulai dari BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Manggala Agni, KPH, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan di lapangan.

“Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada melalui patroli darat, patroli udara, dan operasi water bombing agar setiap titik api dapat segera dikendalikan sebelum meluas,” ujar Daniel Sinyor, Selasa (29/7).

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Kalbar per 29 Juli 2026, sejumlah lokasi kebakaran masih ditangani di Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sintang, Mempawah, Bengkayang, hingga Kayong Utara. Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut dengan kendala utama berupa minimnya sumber air untuk proses pemadaman.

Di Kabupaten Kubu Raya, operasi pemadaman difokuskan di kawasan sekitar SMKN 1 Sungai Raya, Desa Kuala Dua, kawasan Perumahan BSI di Desa Punggur Kecil, serta Parit Seruat, Desa Limbung. Luasan lahan yang terbakar di beberapa lokasi mencapai sekitar 10 hektare dan hingga kini proses pendinginan masih terus dilakukan karena api belum sepenuhnya padam.

Daniel menjelaskan, selain mengerahkan personel darat, BPBD juga mengoperasikan armada udara untuk mendukung percepatan pemadaman di daerah yang sulit dijangkau.

“Sinergi antara Satgas Darat dan Satgas Udara menjadi kunci agar respons penanganan lebih cepat. Helikopter patroli melakukan pemantauan titik api, sementara helikopter water bombing langsung melakukan penyiraman pada lokasi yang membutuhkan penanganan segera,” katanya.

Dalam rencana operasi 29 Juli 2026, helikopter patroli dijadwalkan melakukan pemantauan di wilayah Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, Singkawang, Sambas, dan Landak. Sementara helikopter water bombing dikerahkan untuk operasi pemadaman di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Kubu Raya.

Data BPBD Kalbar juga mencatat operasi udara yang telah berlangsung menghasilkan ribuan liter air yang dijatuhkan ke titik-titik kebakaran. Beberapa helikopter yang dioperasikan telah melaksanakan ratusan kali water bombing guna mempercepat pengendalian api di berbagai wilayah terdampak.

Daniel mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang masih mendukung terjadinya kebakaran.

“Pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani sebelum meluas,” tegasnya.

Saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat masih menetapkan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yang berlaku hingga 15 November 2026, dengan kemungkinan diperpanjang sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
mancingjitu slot thailand slot thailand