BPBD Kalbar Intensifkan Patroli Karhutla, Lima Kabupaten Jadi Fokus
Inspirasikalbar,Pontianak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus meningkatkan patroli terpadu sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga saat ini, lima kabupaten masih menjadi fokus utama pemantauan karena memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap kebakaran.
Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan patroli darat dan udara terus dilakukan secara terpadu untuk mendeteksi titik panas sedini mungkin sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan kebakaran.
“Patroli terus kami intensifkan di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Tujuannya agar setiap potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas,” ujar Daniel.
Menurut Daniel, lima kabupaten yang menjadi perhatian khusus merupakan daerah yang dalam beberapa waktu terakhir sering mengalami kejadian karhutla. Selain pemantauan rutin, BPBD juga mengerahkan tim gabungan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Patroli melibatkan unsur BPBD Provinsi Kalbar, BPBD kabupaten, TNI, Polri, Manggala Agni, BMKG, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta instansi terkait lainnya. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Selain pemantauan di darat, BPBD Kalbar juga memanfaatkan patroli udara untuk mengawasi wilayah yang sulit dijangkau. Informasi dari hasil patroli menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan, termasuk pengerahan personel maupun dukungan operasi udara apabila situasi di lapangan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Daniel mengingatkan masyarakat agar tetap waspada selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan. Menurutnya, pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan luas area yang terbakar dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di wilayahnya,” kata Daniel.
BPBD Kalbar memastikan patroli terpadu akan terus ditingkatkan selama musim kemarau sebagai bagian dari strategi pencegahan karhutla. Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan potensi kebakaran dapat dikendalikan sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini







