Inspirasi Kalbar
Beranda Berita Bukan Sekedar Aset Negara, BMN Jadi Bagian Penting dalam Menopang Pertahanan

Bukan Sekedar Aset Negara, BMN Jadi Bagian Penting dalam Menopang Pertahanan

Sumber: Threads@kemhanri

InspirasiKalbar, Jakarta – Deretan kendaraan dan aktivitas personel di lingkungan pertahanan menjadi gambaran bahwa tugas menjaga negara tidak hanya bergantung pada kekuatan personel dan peralatan utama sistem persenjataan. Di balik itu, ada pula berbagai aset negara yang perlu ditata dan dikelola secara tertib agar dapat memberikan manfaat secara optimal.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam Exit Meeting Satuan Tugas (Satgas) Penatausahaan Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI Sesi 3 Tahun 2026 yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Bagi Kemhan dan TNI, BMN memiliki posisi yang tidak sederhana. Aset negara bukan hanya berupa barang yang tercatat dalam daftar inventaris, tetapi juga menjadi bagian dari fasilitas dan sumber daya yang menunjang pelaksanaan tugas pertahanan.

Karena itu, pengelolaannya membutuhkan ketelitian. Administrasi harus tertata, keberadaan aset perlu diinventarisasi, sementara berbagai persoalan yang muncul harus mendapatkan pendampingan dan penyelesaian.

Dalam kegiatan tersebut, Donny menegaskan pentingnya pengelolaan BMN secara profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, tata kelola aset merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola pertahanan.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan BMN bukan sekadar persoalan pencatatan administratif. Setiap aset yang dimiliki negara diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya.

Penataan administrasi dan inventarisasi menjadi salah satu langkah untuk memastikan aset dapat diketahui keberadaan dan pemanfaatannya. Pendampingan juga diperlukan agar berbagai persoalan terkait aset dapat diselesaikan dengan baik.

Dengan pengelolaan yang lebih tertib, aset negara diharapkan tidak berhenti sebagai angka dalam dokumen inventaris. BMN dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung berbagai kebutuhan organisasi sekaligus menunjang pelaksanaan tugas pertahanan negara.

Pengelolaan aset dalam jumlah besar tentu membutuhkan sistem yang rapi. Transparansi menjadi penting agar setiap proses dapat dipertanggungjawabkan, sementara akuntabilitas memastikan penggunaan aset tetap sesuai ketentuan.

Dalam konteks Kemhan dan TNI, tata kelola tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar BMN tetap memiliki nilai manfaat. Penatausahaan yang baik juga dapat membantu organisasi mengetahui aset yang tersedia dan bagaimana aset tersebut dimanfaatkan.

Exit Meeting Satgas Penatausahaan Pemanfaatan BMN Sesi 3 Tahun 2026 menjadi salah satu momentum untuk melihat kembali proses pengelolaan aset tersebut. Dari administrasi hingga penyelesaian persoalan aset, setiap bagian memiliki peran dalam menciptakan pengelolaan BMN yang lebih tertib.

Pada akhirnya, menjaga aset negara bukan hanya tentang memastikan barang tetap tercatat. Lebih dari itu, pengelolaan BMN menyangkut bagaimana kekayaan negara dapat dipertanggungjawabkan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kepentingan negara. (Fahrodin)

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
https://mancingjitu.com/