Inspirasi Kalbar
Beranda Berita Waspada Banjir, Kenali 3 Penyakit Berbahaya yang Menular Lewat Air dan Cara Mencegahnya

Waspada Banjir, Kenali 3 Penyakit Berbahaya yang Menular Lewat Air dan Cara Mencegahnya

InspirasiKalbar, Kesehatan – Saat musim hujan tiba, biasanya kita cuma sibuk menyiapkan payung, jemuran yang susah kering, atau khawatir kena flu. Tapi jujur saja, ada satu ancaman besar yang sering banget luput dari perhatian kita, penyakit yang menular lewat air (water-borne diseases).

Begitu banjir atau genangan air mulai masuk ke jalanan atau bahkan ke dalam rumah, air itu sebenarnya sudah tidak bersih lagi. Air tersebut sudah bercampur dengan kotoran selokan, sampah, hingga kotoran hewan. Kalau kita tidak sengaja kontak atau bahkan mengonsumsi air yang tercemar ini, efeknya bisa bahaya banget buat tubuh.

Yuk, kita bahas tiga penyakit yang paling sering mengintai saat musim hujan dan bagaimana cara menjaga keluarga kita tetap aman

1. Diare Akut: Musuh Bebuyutan yang Bikin Lemas

Ini adalah masalah yang paling sering muncul saat banjir. Diare terjadi ketika makanan atau air minum kita tanpa sengaja kemasukan bakteri jahat (seperti E. coli) atau virus yang hanyut bersama air banjir.

  • Gejalanya: Perut mulas melilit, mual, muntah, dan buang air besar cair lebih dari 3 kali sehari.
  • Bahayanya: Jangan sepelekan diare. Kalau dibiarkan, tubuh bisa kehabisan cairan (dehidrasi berat). Kondisi ini bisa sangat kritis, terutama kalau menyerang anak-anak atau orang tua kita di rumah.
  • Pertolongan pertama: Langsung berikan larutan oralit atau air matang yang dicampur sedikit garam dan gula untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

2. Kolera: Si Diare Parah yang Datang Mendadak

Berbeda dengan diare biasa, kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae dan biasanya menyebar sangat cepat di area banjir yang pasokan air bersihnya terganggu.

  • Gejalanya: Diare parah yang muncul tiba-tiba dengan ciri khas feses berwarna putih keruh seperti air cucian beras, disertai muntah dan kram kaki.
  • Bahayanya: Kolera bisa menguras cairan tubuh hanya dalam hitungan jam. Kalau terlambat ditangani medis, tubuh bisa mengalami syok karena kekurangan darah mendadak.

3. Leptospirosis: Bahaya Tersembunyi dari Kencing Tikus

Ini dia penyakit yang paling khas dan wajib diwaspadai saat banjir. Leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang keluar dari urine atau kencing tikus. Saat sarang tikus kebanjiran, kencing mereka bercampur dengan air banjir. Bakteri ini bisa masuk ke tubuh kita lewat luka kecil di kulit, atau saat kita menyeka mata dan mulut dengan tangan yang kotor.

  • Gejalanya: Demam tinggi mendadak, sakit kepala parah, mata memerah, dan ciri yang paling khas adalah nyeri hebat di otot betis.
  • Bahayanya: Kalau telat diobati dengan antibiotik dari dokter, bakteri ini bisa menyerang ginjal dan hati.

Apa Kata Data dan Para Ahli?

Penyebaran penyakit lewat air saat banjir ini bukan sekadar cerita nakut-nakuti. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa air yang terkontaminasi bakteri menjadi penyebab utama lebih dari 500.000 kematian akibat diare setiap tahunnya di seluruh dunia.

Selain itu, sebuah riset dalam jurnal ilmiah JMBFS mengingatkan bahwa penyakit Leptospirosis punya tingkat fatalitas yang cukup tinggi jika lambat didiagnosis. Para ahli lingkungan dari jurnal Frontiers in Climate juga menjelaskan situasinya dengan sederhana:

“Banjir akibat musim hujan membuat bakteri patogen bertahan hidup lebih lama di luar. Ketika air merendam pemukiman, risiko penularan kolera, leptospirosis, dan diare melonjak berkali-kali lipat karena rusaknya sanitasi dan terbatasnya air bersih.”

Langkah Sederhana untuk Melindungi Keluarga

Kita tidak bisa menghentikan hujan, tapi kita bisa melindungi diri dengan langkah-langkah praktis ini:

  • Masak Air Sampai Mendidih Sempurna: Selama musim hujan, pastikan air untuk minum dan memasak direbus sampai mendidih (minimal 1 menit setelah air meletup-letup) untuk memastikan semua kuman mati.
  • Pakai Boots dan Sarung Tangan Karet: Kalau terpaksa harus menerjang banjir atau membersihkan sisa genangan di rumah, jangan bertelanjang kaki. Pakai sepatu bot dan sarung tangan karet. Ini adalah benteng utama agar kencing tikus tidak masuk lewat pori-pori kulit.
  • Selalu Cuci Tangan Pakai Sabun: Biasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah bersih-bersih rumah.
  • Tutup Luka dengan Plester Kedap Air: Kalau Anda punya luka gores atau lecet, bersihkan dengan antiseptik lalu tutup rapat dengan plester antipeluru air sebelum beraktivitas di tempat yang basah.
  • Amankan Makanan dari Tikus: Taruh makanan di wadah tertutup rapat. Musim hujan membuat tikus sering masuk ke dalam rumah untuk mencari tempat kering, jadi jangan biarkan mereka menyentuh makanan Anda.

Air banjir itu tempat berkumpulnya kuman dan bakteri. Dengan menjaga kebersihan tangan, memastikan air minum selalu matang, dan melindungi kulit dari kontak langsung dengan air kotor, kita bisa melewati musim hujan ini dengan sehat dan aman. (Rida Ulkibria) 

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
https://mancingjitu.com/