Kartius Tegaskan Mangkok Merah Hadir untuk Persatuan dan Pelestarian Budaya di Kalbar
InspirasiKalbar, Pontianak – Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Mangkok Merah Kalimantan Barat periode 2026–2030 resmi menjalani pengukuhan dalam prosesi yang berlangsung di Grand Mahkota Hotel, Pontianak, Sabtu, 13 Juni 2026.
Momentum tersebut menjadi titik awal penguatan peran organisasi berbasis adat dan sosial budaya itu dalam menjaga harmoni masyarakat serta melestarikan nilai-nilai leluhur di Kalimantan Barat.
Ketua Dewan Pembina DPP Mangkok Merah Kalimantan Barat, Kartius, memimpin langsung prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat. Sejumlah pejabat daerah, unsur Forkopimda, perwakilan organisasi paguyuban, tokoh masyarakat, serta undangan lain turut menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam arahannya, Kartius menegaskan bahwa Mangkok Merah lahir dari akar rumput sebagai wadah yang mengedepankan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa kehadiran organisasi tersebut bukan untuk menyaingi pihak mana pun, melainkan untuk memperkuat solidaritas masyarakat.
“Mangkok Merah hadir bukan untuk menandingi organisasi lainnya, tapi komitmen untuk berkiprah, menolong sesama, melestarikan budaya leluhur, kita ingin menciptakan hidup nyaman di Kalbar,” ujar Kartius.
Kartius juga memastikan bahwa organisasi yang ia bina telah memiliki legalitas resmi dari pemerintah pusat. Ia menyebutkan bahwa Mangkok Merah Kalimantan Barat telah terdaftar di Kementerian Hukum dan memiliki nomor administrasi hukum umum (AHU), sehingga seluruh aktivitas organisasi memiliki dasar hukum yang jelas.
Lebih lanjut, Kartius mengingatkan seluruh pengurus agar menjalankan visi dan misi organisasi secara konsisten. Ia juga menegaskan batas kewenangan organisasi, terutama dalam hal penegakan hukum adat.
“MMKB tidak boleh menghukum adat, karena bukan kewenangan MMKB,” tegasnya.
Kartius turut menjelaskan bahwa terdapat dua organisasi yang menggunakan nama Mangkok Merah, yakni Mangkok Merah Kalimantan Barat yang berkedudukan di Pontianak dan Mangkok Merah Borneo Bersatu yang berada di Bengkayang.
Ia berharap seluruh pengurus memahami posisi organisasi masing-masing dan tetap fokus pada tujuan utama, yaitu menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat.
Ketua Umum DPP Mangkok Merah Kalimantan Barat, Iyen Bagago, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam proses pengukuhan tersebut. Ia menyebut amanah kepengurusan sebagai tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat serta berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Iyen menegaskan bahwa Mangkok Merah merupakan simbol adat Dayak yang sarat makna. Dalam tradisi, simbol tersebut sering menjadi sarana komunikasi adat sekaligus lambang persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Mangkok Merah adalah adat Dayak yang sakral, sebagai sarana komunikasi adat, sering menjadi simbol masyarakat dalam menghadapi tantangan dan ancaman. Maka kita ambil nama ormas Mangkok Merah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa organisasi yang ia pimpin bergerak dalam bidang sosial dan budaya dengan tujuan memperkuat harmonisasi masyarakat. Menurutnya, Mangkok Merah tidak pernah bertujuan memecah belah, melainkan justru menjadi simbol persaudaraan di tengah keberagaman.
Dalam arah kebijakan ke depan, Iyen menargetkan perluasan jangkauan organisasi hingga seluruh wilayah Kalimantan Barat. Ia berharap kehadiran Mangkok Merah mampu memberi dampak positif secara luas, sekaligus mendukung program pemerintah daerah.
“Harapan saya, eksistensi Mangkok Merah ini harus disebarkan ke seluruh Kalimantan Barat. Melebarkan sayap sebagai organisasi, dan membantu pemerintah bekerja untuk kebersamaan,” ungkapnya.
Iyen juga menekankan bahwa organisasi akan mengedepankan nilai toleransi serta pelestarian adat istiadat sebagai pilar utama. Ia memastikan seluruh program kerja akan berfokus pada penguatan kebersamaan dan pengangkatan budaya lokal.
Di tengah dinamika isu nasional, Iyen menyatakan sikap tegas organisasinya untuk tetap berada pada koridor hukum. Ia mengingatkan seluruh anggota agar menghormati peran aparat penegak hukum dan tidak mencampuri urusan di luar kewenangan organisasi.
“Terkait permasalahan yang ada di Indonesia saat ini, karena kita negara hukum, ya kita harus percayakan kepada penegak hukum. Kita tidak boleh juga memaksakan kita masuk ke ruang itu karena itu bukan ranah kita,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Mangkok Merah memilih berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Iyen menyebut organisasi akan menjalin sinergi dengan pemerintah, TNI, dan Polri untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, khususnya di Kalimantan Barat.
“Kita malah membantu pemerintah, TNI, Polri, bekerjasama untuk mengamankan Indonesia ini, khususnya Kalimantan Barat,” pungkasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui perwakilan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa turut memberikan apresiasi atas pengukuhan tersebut. Pemerintah berharap Mangkok Merah dapat menjadi wadah yang mendorong masyarakat mencintai perdamaian, memperkuat persatuan, serta menjaga kelestarian budaya daerah.
Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi sosial budaya, untuk bersama-sama menjaga stabilitas daerah agar tetap aman, damai, dan harmonis.
Pengukuhan tersebut menandai awal perjalanan kepengurusan baru Mangkok Merah Kalimantan Barat dalam mengemban amanah sebagai organisasi yang berfokus pada pelestarian adat, penguatan persatuan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini












