Inspirasi Kalbar
Beranda Berita Lima Cerpen Menjelma Gerak, Musik, Rupa, dan Teater pada LCAF #4

Lima Cerpen Menjelma Gerak, Musik, Rupa, dan Teater pada LCAF #4

Penampilan Peserta pada Malam puncak Langkau Culture & Art Festival (LCAF) #4 di Kubu Raya. (Foto/IK)

InspirasiKalbar, Kubu Raya – Malam puncak Langkau Culture & Art Festival (LCAF) #4 menghadirkan sajian seni lintas disiplin melalui pertunjukan bertajuk “Perayaan Lintas Ruang Sastra”.

Pertunjukan tersebut membawa lima karya cerpen menuju panggung dengan pendekatan seni rupa, tari, musik, dan teater.

Perayaan Lintas Ruang Sastra hadir sebagai bagian dari rangkaian malam puncak LCAF #4. Pertunjukan ini lahir melalui kolaborasi Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat bersama Langkau Etnika.

Konsep pertunjukan mengajak penonton melihat teks sastra melalui bentuk lain. Para seniman merespons cerita, karakter, suasana, hingga gagasan dalam cerpen lalu mengubahnya menjadi visual, koreografi, komposisi musik, serta adegan teater.

Proses kurasi menghasilkan lima cerpen dari 66 karya yang masuk. Lima karya terpilih kemudian menjadi sumber penciptaan bagi para seniman perespon melalui empat disiplin seni.


Gambar: Penampilan peserta pada acara Langkau Culture & Art Festival Kalimantan Barat. (Foto/IK)

Sebanyak 22 penampil mengambil peran dalam pertunjukan tersebut. Mereka terdiri atas aktor, penari, pemusik, serta seniman perespon yang menyatukan berbagai medium artistik dalam satu pertunjukan.

Lima seniman perespon kemudian menerjemahkan masing-masing cerpen sesuai disiplin seni yang mereka tekuni. Alfiansyah melalui seni rupa merespons cerpen “Usaha Panjang Untuk Menghindari Kehilangan” karya Tri Wahyuni. Ia meramu gagasan cerita menjadi bahasa visual.

Diego Antoni Canigia melalui seni tari menerjemahkan cerpen “Perempuan Lepas” karya Gagah Pranaja Sirat ke dalam rangkaian gerak dan koreografi.

Billie Agri Oktada melalui seni musik mengolah cerpen “Nyanyian Anak Air” karya Lulu Utami menjadi komposisi nada dan melodi.

Andi Muhammad Ismail melalui seni teater menghidupkan karakter serta dialog dari cerpen “Sebelum Sungai Kehilangan Nama” karya Putra Dewangga Candra Seta.

Sementara itu, Muhammad Fahrul melalui seni tari merespons cerpen “Penjahit Baju Pengantin” karya Nur Ikhsan Ismail melalui perpaduan gerak artistik.

Gambar: Penampilan peserta pada acara Langkau Culture & Art Festival Kalimantan Barat. (Foto/IK)

Pertunjukan tersebut mempertemukan teks sastra dengan berbagai bahasa seni. Kata, karakter, suasana, dan cerita tidak lagi berhenti pada halaman cerpen, tetapi bergerak menuju pengalaman visual, musikal, koreografis, dan teatrikal.

Perayaan Lintas Ruang Sastra sekaligus menunjukkan ruang baru bagi karya sastra untuk menjangkau penonton melalui pendekatan lintas disiplin.

LCAF #4 pun menutup rangkaian festival dengan sebuah pertunjukan yang mempertemukan sastra dan seni pertunjukan dalam satu panggung.

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/