Tak Ingin Ada Anak Tertinggal, Ria Norsan Buka Akses Pendidikan hingga Pelosok Kalimantan Barat
Inspirasikalbar,PONTIANAK – Bagi Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, pendidikan bukan sekadar program pemerintahan. Pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan ribuan anak yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi maupun akses belajar.
Karena itu, dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, Ria Norsan kembali menegaskan komitmennya bahwa tidak boleh ada satu pun anak usia sekolah di Kalimantan Barat yang tertinggal dari pendidikan.
Komitmen tersebut di terjemahkan ke dalam berbagai kebijakan nyata yang menyentuh langsung masyarakat.
Salah satunya melalui subsidi biaya pendidikan bagi 21 ribu siswa SMA, SMK dan SLB swasta di 274 sekolah. Program ini hadir untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga tidak lagi menjadi alasan seorang anak menghentikan pendidikannya.
“Saya tidak mau lagi mendengar ada anak Kalbar yang berhenti sekolah karena orang tuanya tidak mampu membayar biaya pendidikan,” ujar Ria Norsan.
Selain memberikan bantuan biaya sekolah, pemerintah daerah juga membuka akses pembelajaran yang lebih luas melalui program internet gratis di sekolah.
Melalui program tersebut, siswa di berbagai daerah di harapkan memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses informasi dan sumber belajar digital tanpa di batasi lokasi geografis.
Langkah itu menjadi penting mengingat Kalimantan Barat memiliki wilayah yang luas dengan tantangan akses pendidikan yang beragam.
Perhatian terhadap anak-anak yang belum masuk sistem pendidikan juga menjadi fokus utama pemerintah daerah. Melalui program Desa Sakti, seluruh pemangku kepentingan di dorong untuk aktif mendata dan memastikan setiap anak usia sekolah memperoleh hak pendidikannya.
Upaya tersebut di perkuat dengan hadirnya Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda yang menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia Kalbar.
Bagi keluarga kurang mampu, Sekolah Rakyat membuka harapan baru untuk memperoleh pendidikan yang layak. Sementara Sekolah Unggul Garuda di persiapkan untuk melahirkan generasi berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Berbagai langkah tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Indeks Pembangunan Manusia Kalbar kini mencapai angka 72,09 dan masuk kategori tinggi.
Capaian itu menjadi bukti bahwa investasi pada pendidikan bukan hanya memberikan manfaat hari ini, tetapi juga menentukan masa depan daerah.
Di bawah kepemimpinan Ria Norsan, pendidikan terus di tempatkan sebagai prioritas utama pembangunan. Sebab bagi Kalbar, kemajuan daerah tidak hanya di ukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari semakin banyaknya anak yang memiliki kesempatan untuk meraih cita-citanya.
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini









