APBD Perubahan Kubu Raya Disahkan, Rp20 Miliar untuk Penanganan Karhutla
Inspirasikalbar,KUBU RAYA – DPRD Kabupaten Kubu Raya menyepakati APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna pendapat akhir fraksi. Dokumen tersebut selanjutnya di evaluasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebelum digunakan pemerintah daerah.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Jainal Abidin, mengatakan pengesahan APBD Perubahan dilakukan di tengah kebutuhan anggaran yang cukup besar. Selain penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), anggaran juga dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi daerah.
“Memang dibutuhkan pendanaan yang cukup masif, tidak hanya untuk penanganan karhutla, tetapi juga infrastruktur dan lain sebagainya supaya ekonomi atau fiskal di Kabupaten Kubu Raya ini segera berjalan,” ujar Jainal, Kamis (10/9/2026).
Selain melalui APBD Perubahan, pemerintah pusat mengucurkan tambahan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk penanganan karhutla di Kubu Raya. Dana tersebut telah masuk ke pemerintah daerah.
“Dananya sudah masuk ke pemerintah daerah dan sudah disampaikan bahwa peruntukannya adalah untuk penanganan karhutla di Kabupaten Kubu Raya,” katanya.
Jainal menjelaskan, dana tersebut masuk setelah proses pembahasan APBD Perubahan berjalan. Karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan penyesuaian anggaran setelah menerima hasil evaluasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Penggunaan dana Rp20 miliar juga harus mengikuti petunjuk teknis yang ditetapkan pemerintah pusat. Anggaran tersebut antara lain diperuntukkan bagi pengadaan dan penguatan sarana serta prasarana pemadam kebakaran, kebutuhan operasional, dan insentif bagi pemadam kebakaran.
DPRD Kubu Raya berharap dana tersebut tidak hanya digunakan untuk penanganan karhutla ketika kebakaran terjadi, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman karhutla.
Setelah evaluasi dari pemerintah provinsi selesai, APBD Perubahan 2026 diharapkan segera dapat digunakan. Hal itu penting agar pelaksanaan program tidak terkendala keterbatasan waktu dan rendahnya serapan anggaran.
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini






