Melepaskan Ekspektasi Berlebihan di Tengah Gemuruh Pikiran
Judul Buku : Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan, Cara Mengoptimalkan Perasaan dengan Kenyataan Nama Penulis : Tsuneko Nakamura dan Hiromi Okuda Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Cetakan pertama Februari 2021, dan Cetakan kedua Juni 2021 Kota Terbit : Jakarta Jumlah Halaman : 148 halaman ISBN : 978-602-06-4686-2. Genre : Self-Improvement
InspirasiKalbar, Resensi_Pernah gak sih kamu merasa isi kepalamu rame banget? Pikiran berputar terus tanpa henti, memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi atau malah meratapi apa yang sudah lewat? Fenomena overthinking atau berpikir berlebihan ini memang makin sering kita temui sehari-hari. Nah, buku berjudul “Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan” hadir seolah jadi pelukan hangat sekaligus pengingat santai untuk kita yang sering terjebak dalam riuhnya pikiran sendiri.
Buku karya Tsuneko Nakamura dan Hiromi Okuda ini mengangkat perjalanan hidup Dokter Tsuneko Nakamura sendiri, seorang perempuan tangguh yang menjalani profesi sebagai psikiater hingga usianya yang tak lagi muda. Lewat narasi yang ditulis dengan apik oleh Hiromi Okuda—yang juga merupakan rekan kerjanya—kita diajak mengintip bagaimana perjuangan hidup Dokter Nakamura dari nol. Kisahnya sungguh mengharukan sekaligus menghibur. Lewat perjalanan beliau, kita diperlihatkan secara nyata bahwa keterbatasan ekonomi dan himpitan hidup bukanlah alasan mutlak yang menutup jalan seseorang untuk meraih cita-cita.
Topik utama yang diusung dalam buku ini sebenarnya sangat dekat dengan keseharian kita. Intinya sederhana: kita tak perlu terlalu pusing mengkhawatirkan masa depan yang belum kelihatan hilalnya, tak perlu juga terus-terusan menyesali masa lalu yang sudah tidak bisa diubah. Sebaliknya, buku ini mengajak kita untuk belajar menikmati dan menjalani hidup yang ada tepat di depan mata saat ini, detik ini, dengan penuh suka cita dan keikhlasan.
Prinsip dasar yang ingin disampaikan adalah bahwa kehidupan itu ibarat roda yang terus berputar seiring berjalannya waktu. Kadang kita ada di atas, kadang kita berada di bawah. Apapun masalah pelik yang sedang kamu hadapi sekarang, percayalah kalau semua itu pasti ada masa kadaluarsanya. Semua akan berakhir pada waktunya, dan selalu ada pelajaran berharga atau hikmah yang bisa kita petik di balik setiap ujian. Tujuan utama penulis bukan untuk menggurui, melainkan untuk menyadarkan kita bahwa melihat perjalanan hidup orang lain bisa membuka mata kita agar tidak gampang terpuruk, tidak gampang mengeluh, dan pantang menyerah.
Gagasan-gagasan dalam buku ini ditulis dengan gaya yang sangat jelas, jujur, dan tanpa topeng. Ketulusan cara berceritanya membuat pembaca mudah terbawa emosi dan merasa dekat secara personal dengan narasumber. Data dan alur cerita yang disajikan pun terasa begitu hidup dan lengkap. Hal ini tentu tak lepas dari peran Hiromi Okuda yang memang mengenal dekat sosok Dokter Nakamura, sehingga beliau paham betul bagaimana lika-liku perjuangan sahabatnya itu dari titik terendah hingga mencapai titik keberhasilan.
Buku ini terasa sangat relevan dengan dinamika kehidupan zaman sekarang. Ditengah gempuran media sosial yang sering kali memicu kita untuk saling membandingkan diri. Isu kesehatan mental memang makin sering dan makin krusial untuk dibicarakan. Menjaga kesehatan pikiran dan jiwa bukanlah hal yang bisa dianggap sepele, melainkan kebutuhan mendasar agar seseorang tidak merasa terasing, tertekan, hingga berisiko mengambil keputusan fatal seperti mengakhiri hidupnya sendiri. Selain bobot isinya yang pas, bahasa yang digunakan dalam buku ini cukup mudah dipahami oleh berbagai kalangan, meskipun di beberapa bagian masih ada satu atau dua istilah yang mungkin perlu kita cari tahu sendiri maknanya agar lebih mantap.
Kelebihan Buku
Salah satu nilai plus utama dari buku ini terletak pada penggunaan bahasanya yang ringkas dan tidak berbelit-belit. Pembaca pemula yang jarang menyentuh buku-buku psikologi berat sekalipun dijamin tidak akan pusing. Kamu bisa mencerna gagasan penulis dengan mudah tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan khusus atau pengetahuan teori psikologi yang rumit. Selain itu, hal menarik lainnya adalah keberadaan kutipan atau (quotes) sederhana di setiap awal atau akhir bab. Kutipan-kutipan ini terasa begitu ringan, tidak menggurui, serta sangat gampang diingat untuk dijadikan bahan refleksi harian atau pendorong motivasi saat energi kita sedang turun. Ditambah lagi, hadirnya cuplikan kisah nyata perjalanan sang narasumber di setiap bagian akhir bab membuat pembahasan teoritisnya jadi terasa membumi dan makin nyata.
Kekurangan Buku
Tentu tidak ada karya yang benar-benar sempurna, begitu pula dengan buku ini. Kekurangan yang cukup terasa ada pada pengulangan beberapa pesan atau ide pokok di beberapa bagian bab. Buat pembaca yang menyukai alur serba cepat dan to the point, pola pengulangan gagasan ini mungkin terasa sedikit membosankan atau membuat ritme membaca jadi agak lambat. Selain itu, karena berakar dari pengalaman hidup di Jepang dengan latar budaya yang khas, ada beberapa pendekatan atau saran praktis yang terasa kurang pas jika langsung diterapkan secara mentah-mentah pada konteks kehidupan sosial di Indonesia tanpa sedikit penyesuaian.
Simpulan
Secara keseluruhan, buku “Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan” sangat layak untuk masuk ke dalam daftar bacaan wajibmu, baik kamu seorang pelajar, mahasiswa/i, praktisi, maupun pembaca umum yang sedang berupaya untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak. Buku ini menyajikan perpaduan yang pas antara kisah inspiratif dan nasihat kehidupan yang menenangkan. Walaupun ada sedikit pengulangan poin di beberapa bagian, pesan mendalam tentang pentingnya menjaga semangat belajar, menerima kenyataan, dan melepas beban pikiran yang tidak perlu. Hal itu, berhasil disampaikan dengan sangat kuat dan berkesan. Kalau kamu sedang merasa lelah dengan ekspektasi hidup yang menumpuk, buku ini bisa jadi teman ngobrol yang pas untuk membantu merapikan kembali pikiranmu. (Siti Nurhayati)
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini







