Tiga Puisi Untuk Negeri yang Sedang Terluka
NTT, Kami Mendengar Getarmu
Oleh : Jihan Syaswina Aprilia
Tanah berguncang
Rumah-rumah bergetar
Dan dalam beberapa detik, rasa aman yang selama ini dimiliki bisa berubah menjadi ketakutan.
Di NTT…
ada mereka yang malamnya tidak lagi dihabiskan di tempat tidur.
Ada keluarga yang memilih bertahan di tempat terbuka.
Ada rumah yang mungkin tidak lagi utuh
Ada barang-barang yang tidak sempat diselamatkan.
Dan ada hati yang masih mencoba memahami apa yang baru saja terjadi
Dari tempat yang jauh, mungkin kita tidak bisa banyak membantu
Tidak bisa mengangkat puing
Tidak bisa memeluk mereka satu per satu
Tetapi kita bisa mendoakan.
Semoga yang kehilangan diberi kekuatan.
Semoga yang terluka segera mendapat pertolongan.
Semoga mereka yang masih mencari keluarganya segera menemukan kabar baik.
NTT, mungkin kami tidak berada di sana
Tetapi kesedihanmu tetap sampai kepada kami
Semoga tanahmu kembali tenang
Dan semoga setelah gempa berlalu, harapan perlahan menemukan jalannya pulang.
Hutan yang Kehilangan Rumah
Oleh : Jihan Syaswina Aprilia
Api datang dan hutan tak sempat berlari
Pohon-pohon yang bertahun-tahun tumbuh perlahan menjadi abu.
Asap memenuhi udara, langit berubah kelabu
Di antara panas yang membakar, ada kehidupan yang ikut kehilangan tempat pulang
Burung-burung kehilangan sarang
Hewan-hewan berlari mencari jalan
Kemana mereka harus pergi ?
Ketika rumah telah menjadi bara?
Kita mungkin hanya melihat, hektaran tanah yang terbakar.
Tetapi bagi mereka, itu bukan sekadar hutan.
Itu rumah
Tempat mencari makan
Tempat berlindung
Tempat anak-anak mereka dilahirkan
Dan……..
Ketika api padam, tidak semua kehidupan ikut kembali
Semoga suatu hari nanti, kita mengerti
Menjaga hutan bukan hanya tentang menyelamatkan pohon.
Tetapi menyelamatkan kehidupan
Yang membisu dalam ketidakberdayaan
Indonesia, Tolong Jangan Lelah
Oleh : Jihan Syaswina Aprilia
Belakangan ini terlalu banyak kabar yang membuat kita berhenti sejenak
Tentang hutan yang terbakar
Tentang tanah yang berguncang
Tentang rumah-rumah yang rusak, keluarga yang kehilangan
Kehidupan yang harus dimulai kembali dari keadaan yang tidak mudah
Kita membaca berita dari layar ponsel
Menghela napas
Lalu bertanya dalam hati, “Kenapa Indonesia sedang tidak baik-baik saja?”
Namun di tengah semua itu, masih ada tangan yang membantu
Masih ada orang-orang yang datang membawa makanan.
Masih ada yang mengumpulkan bantuan
Masih ada mereka yang memilih peduli meski dirinya sendiri tidak memiliki banyak.
Mungkin ini sedang berduka
Tetapi ia belum kehilangan orang-orang yang mau menjaganya
Untuk mereka yang sedang kehilangan, semoga ada kekuatan untuk memulai kembali
Untuk mereka yang sedang berjuang, semoga tidak merasa sendirian.
Dan…………..
Untuk kita yang masih bisa menyaksikan semuanya dari jauh, jangan berhenti peduli.
Sebab negeri ini bukan hanya tentang berita buruk yang kita baca setiap hari.
Indonesia juga tentang orang-orang yang tetap memilih saling peduli di masa sulit
Indonesia………
Kalau hari-hari ini terasa berat, semoga tetap tidak kehilangan asa
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini





















