Kantong Semar “Toilet” Alami Tupai

InspirasiKalbar, Funfact – Kebayang gak sebuah tanaman yang punya semacam “toilet” alami. Anehnya, toilet tersebut bukan digunakan manusia, melainkan tupai. Yang lebih unik lagi, kotoran tupai yang masuk ke dalamnya justru menjadi sumber nutrisi bagi tanaman tersebut. Hal unik ini terjadi pada Nepenthes lowii, salah satu jenis kantong semar yang hidup di daerah pegunungan Borneo. Tanaman ini memiliki hubungan yang tidak biasa dengan Tupaia montana, atau yang dikenal sebagai tupai gunung.
Kebanyakan orang mengenal kantong semar sebagai tanaman pemakan serangga. Bentuknya yang menyerupai kantong membuat tanaman ini mampu menangkap serangga dan mendapatkan nutrisi dari tubuh mangsanya. Namun, Nepenthes lowii memiliki cara yang sedikit berbeda. Tanaman ini justru mengandalkan kunjungan tupai untuk mendapatkan nutrisi. Di bagian bawah tutup kantongnya terdapat makanan manis yang menarik perhatian tupai. Hewan tersebut kemudian datang dan memakannya sambil berada di atas kantong tanaman.
Ketika tupai buang air besar, kotorannya dapat jatuh langsung ke dalam kantong. Bagi tupai, tanaman ini menyediakan makanan. Sementara bagi Nepenthes lowii, kotoran tersebut menjadi sumber nutrisi yang penting. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Biology Letters pada 2009 memperkirakan bahwa sekitar 57–100 persen nitrogen pada daun dewasa Nepenthes lowii dapat berasal dari kotoran hewan bertulang belakang. Nitrogen merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh.
Cara hidup ini sangat berguna karena Nepenthes lowii tumbuh di lingkungan pegunungan yang tidak selalu menyediakan nutrisi melimpah. Mendapatkan nutrisi dari kotoran tupai menjadi salah satu cara bagi tanaman untuk tetap bertahan hidup. Menariknya, bentuk kantong Nepenthes lowii juga mendukung hubungan tersebut. Bagian atas kantongnya memiliki bukaan yang cukup besar dan struktur tutup yang memungkinkan tupai berada di atasnya ketika mencari makanan. Posisi tubuh tupai kemudian membuat kotorannya lebih mudah masuk ke dalam kantong.
Penelitian lain juga menemukan bahwa hubungan serupa tidak hanya terjadi pada Nepenthes lowii. Beberapa jenis kantong semar raksasa lainnya di Borneo, seperti Nepenthes rajah dan Nepenthes macrophylla, juga diketahui dapat memperoleh nutrisi dari kotoran mamalia. Penelitian yang diterbitkan pada 2022 bahkan menunjukkan bahwa kemampuan menangkap kotoran mamalia merupakan strategi yang efektif bagi sejumlah kantong semar untuk mendapatkan nutrisi. Strategi tersebut menjadi semakin berguna di daerah pegunungan, tempat jumlah serangga yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan bisa lebih terbatas.
Jadi, apa yang sekilas terlihat seperti “toilet tupai” sebenarnya merupakan bentuk kerja sama yang unik di alam. Tupai mendapatkan makanan dari tanaman, sedangkan tanaman mendapatkan nutrisi dari kotoran tupai. Bagi manusia, mungkin terdengar sedikit menjijikkan. Namun bagi Nepenthes lowii, kotoran tersebut justru bisa menjadi salah satu sumber nutrisi penting untuk bertahan hidup. (Rida Ulkibria)
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini




