Menelusuri Pesona Bunga Emas di Wan Chai
InspirasiKalbar, Hong Kong – Kalau kamu pernah berkunjung ke Hong Kong atau sekadar rajin melihat liputan wisata di televisi dan media sosial, ada satu landmark di kawasan pesisir yang nyaris tak pernah absen dari kamera. Patung bunga raksasa berwarna emas yang berkilau di bawah terik matahari, berdiri megah membelakangi gedung pencakar langit dan menghadap langsung ke Victoria Harbour. Warga lokal maupun wisatawan Indonesia sering menyebutnya dengan nama sederhana: Patung Bunga Emas Wan Chai.
Secara resmi, tempat patung ini berdiri dinamakan Golden Bauhinia Square (Lapangan Bauhinia Emas), yang terletak persis di luar gedung Hong Kong Convention and Exhibition Centre (HKCEC) di distrik Wan Chai. Tapi, kenapa patung berbentuk bunga ini bisa begitu penting? Mengapa tempat ini selalu dipenuhi bus pariwisata, foto-foto turis, hingga upacara kenegaraan?
Mari kita bedah tuntas kisah di balik Bunga Emas Wan Chai—mulai dari sejarah penyerahan kedaulatan yang dramatis, keunikan arsitekturnya, hingga keseruan menikmati suasana sore di tepian pelabuhan paling ikonik di Asia ini.
Makna Di Balik Bunga Bauhinia Bunga Nasional yang Diabadikan
Bunga yang diabadikan dalam patung emas tersebut adalah Bauhinia blakeana. Di Hong Kong, bunga ini punya kedudukan yang sangat istimewa, mirip seperti bunga melati di Indonesia atau bunga sakura di Jepang. Bunga anggrek anggrek-an khas Hong Kong ini ditemukan pertama kali di kawasan Pok Fu Lam pada akhir abad ke-19 dan memiliki helai mahkota berwarna merah keunguan yang indah.
Sebelum patung emasnya dibuat, bunga Bauhinia sudah lebih dulu diabadikan sebagai lambang resmi wilayah Hong Kong. Kamu bisa menemukannya di mana-mana: tercetak di bendera merah Hong Kong, terukir di koin-koin Dolar Hong Kong, hingga di logo-logo instansi pemerintah setempat.
Namun, patung bunga emas di Wan Chai ini membawa makna yang jauh lebih dalam. Nama resmi mahakarya ini adalah Forever Blooming Bauhinia (Bunga Bauhinia yang Mekar Selamanya). Patung berlapis emas setinggi 6 meter ini berdiri di atas alas granit merah yang kokoh. Desainnya melambangkan harapan agar Hong Kong terus mekar, sejahtera, dan membawa keberuntungan yang tidak pernah padam.
Kilas Balik 1997 Kado Bersejarah Kembalinya Hong Kong
Untuk memahami kenapa Bunga Emas Wan Chai begitu sakral, kita harus memutar waktu kembali ke tengah malam tanggal 30 Juni menuju 1 Juli 1997. Malam itu adalah salah satu momen paling bersejarah dalam politik modern Asia: Handover of Hong Kong atau Penyerahan Kedaulatan Hong Kong dari Britania Raya (Inggris) kembali ke Republik Rakyat Tiongkok.
Setelah lebih dari 150 tahun berada di bawah kekuasaan kolonial Inggris, Hong Kong resmi kembali ke pangkuan Tiongkok sebagai Wilayah Administratif Khusus (Special Administrative Region / SAR). Sebagai hadiah peringatan atas peristiwa raksasa ini, Pemerintah Pusat Tiongkok menghadiahkan patung Bunga Bauhinia Emas tersebut kepada seluruh masyarakat Hong Kong. Upacara penyerahan dan peresmiannya dilakukan tepat di lapangan terbuka tepi laut Wan Chai, persis di samping gedung HKCEC tempat para pemimpin dunia berkumpul menyaksikan bendera Inggris diturunkan dan bendera Tiongkok serta Hong Kong dikibarkan. Sejak saat itulah, area ini menjelma menjadi simbol reunifikasi dan tonggak sejarah baru bagi perjalanan modern Hong Kong.
Anatomi dan Keunikan di Sekitar Golden Bauhinia Square
Kalau kamu berkunjung ke lokasi, Bunga Emas bukan satu-satunya objek yang patut diperhatikan. Di sekitar area alun-alun ini terdapat beberapa struktur pendukung yang kaya akan nilai sejarah dan estetika:
1. Patung Utama Forever Blooming Bauhinia
Patung bunga setinggi 6 meter ini dilapisi emas murni pada bagian permukaannya. Batang dan kelopaknya dirancang mekar sempurna menghadap ke langit. Alas bawahnya terbuat dari granit merah berbentuk piramida bertingkat yang kokoh, memberikan kontras warna yang anggun antara warna merah bata dan kilau keemasan.
Fun fact: Di kalangan sebagian warga lokal, patung ini kadang secara gurau dijuluki Golden Pak Choi (Sawi Emas) karena bentuk kelopaknya yang tebal dan membulat dari sudut pandang tertentu! Tapi tentu saja, julukan santai itu tidak mengurangi nilai puitis dan historis yang diembannya.
2. Monumen Reunifikasi (Reunification Monument)
Hanya berjarak beberapa meter dari patung bunga emas, berdiri sebuah pilar batu raksasa setinggi 20 meter. Monumen Reunifikasi ini terdiri dari 206 lempengan batu granit yang disusun bertumpuk. Setiap lempengan batu melambangkan satu tahun perjalanan sejarah Hong Kong sejak tahun 1842 (saat Inggris pertama kali menduduki pulau ini) hingga tahun 2047. Di bagian dinding monumen, terdapat kaligrafi indah tulisan tangan mantan Presiden Tiongkok, Jiang Zemin.
3. Tiang Bendera dan Upacara Harian
Di alun-alun ini juga berdiri dua tiang bendera tinggi yang mengibarkan Bendera Nasional Tiongkok dan Bendera Regional Hong Kong. Setiap hari pukul 08.00 pagi, kawasan ini menggelar Upacara Pengibaran Bendera Harian yang dipimpin oleh personel kepolisian Hong Kong dengan seragam resmi. Pada hari-hari spesial—seperti tanggal 1 setiap bulan, Hari Nasional, atau Hari Peringatan Kembalinya Hong Kong—upacara digelar jauh lebih megah dengan alunan musik dari grup korps musik kepolisian (Police Pipe Band).
Magnet Wisata dari Tempat Foto Hingga Spot Santai Sore
Bagi turis luar negeri—termasuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan wisatawan asal Indonesia—Bunga Emas Wan Chai adalah salah satu destinasi impian buat berfoto. Mengapa lokasi ini begitu populer?
a.Akses yang Sangat Mudah
Terletak di jantung distrik Wan Chai, menjangkau Bunga Emas sama sekali tidak sulit. Kamu tinggal naik kereta MTR dan turun di Stasiun Wan Chai (Exit A5) atau Stasiun Exhibition Centre. Dari sana, kamu cukup berjalan kaki melewati jembatan penyeberangan (footbridge) beratap yang nyaman sambil menikmati pemandangan pencakar langit di sekelilingnya.
b.Pemandangan Panorama Victoria Harbour
Posisi Golden Bauhinia Square tepat menjorok ke perairan Selat Victoria. Artinya, selain bisa berfoto dengan latar belakang Bunga Emas yang berkilau, kamu juga mendapatkan latar belakang (background) laut biru lengkap dengan lalu lalang kapal feri Star Ferry, perahu layar tradisional Aqualuna, serta deretan gedung pencakar langit Tsim Sha Tsui di seberang lautan Wan Chai.
c.Atmosfer Sore dan Malam Hari yang Magis
Kalau siang hari area ini didominasi rombongan turis yang datang bergantian menggunakan bus, lain cerita kalau kamu datang di sore menjelang malam. Angin laut Selat Victoria yang sepoi-sepoi membuat kawasan ini sangat enak dijadikan tempat jalan-jalan santai. Saat hari mulai gelap, lampu-lampu sorot di sekitar patung bunga emas mulai menyala, memancarkan warna keemasan yang dramatis di tengah malam. Tak jauh dari situ, kamu juga bisa menyaksikan pertunjukan lampu spektakuler A Symphony of Lights yang memancarkan sinar laser dari gedung-gedung tinggi di sekitar pelabuhan setiap pukul 8 malam.
Denyut Kehidupan Lokal di Sekitar Wan Chai
Mengunjungi Bunga Emas di Wan Chai juga memberikanmu kesempatan untuk menyelami kontras unik khas Hong Kong: perpaduan antara kemewahan ultramodern dan kearifan lokal yang merakyat. Setelah puas berfoto di Golden Bauhinia Square, kamu cukup berjalan kaki beberapa menit ke arah dalam distrik Wan Chai. Di sana, suasana langsung berubah dari area tepi laut yang megah menjadi gang-gang kota yang riuh. Wan Chai dikenal sebagai salah satu pemukiman tertua di Pulau Hong Kong. Kamu bisa menemukan:
a.Pasar Tradisional dan Kedai Dim Sum: Berderet cha chaan teng (kedai kopi/makan lokal) legendaris yang menyajikan teh tarik khas Hong Kong (Hong Kong-style milk tea), roti nanas (polo bun), dan dim sum hangat.
b.Bangunan Bersejarah: Seperti Blue House (RUMAH BIRU), sebuah bangunan tempat tinggal bergaya Tong Lau kuno yang masih terawat dengan warna cat birunya yang mencolok.
c.Dermaga Star Ferry Wan Chai: Kamu bisa mengakhiri perjalanan dengan naik kapal feri klasik Star Ferry dari Wan Chai menuju Tsim Sha Tsui hanya dengan membayar beberapa Dolar Hong Kong—pengalaman naik kapal bersejarah sambil menikmati angin laut yang tiada duanya.
Tips Penting Saat Berkunjung ke Bunga Emas Wan Chai
Supaya kunjunganmu ke Bunga Emas makin berkesan dan berjalan lancar, ada beberapa tips praktis yang bisa kamu terapkan:
1. Pilih Waktu Kedatangan yang Tepat: Jika ingin menyaksikan Upacara Pengibaran Bendera, datanglah sebelum pukul 07.45 pagi. Namun jika tujuan utamamu adalah berfoto santai dan menikmati pemandangan tanpa desak-desakan turis bus, datanglah di sore hari sekitar pukul 16.30 hingga menjelang matahari terbenam.
2. Siapkan Sudut Kamera Terbaik: Patung bunga emas ini cukup tinggi. Untuk mendapatkan foto utuh dari kepala hingga alas granitnya, cobalah mengambil foto dari sudut agak rendah (low angle) atau agak menjauh beberapa meter ke arah tepi laut.
3. Cek Prakiraan Cuaca: Karena berada di area terbuka (outdoor) tepat di pinggir laut, area ini sangat dipengaruhi cuaca. Pastikan membawa payung atau mengenakan pakaian yang nyaman, terutama saat musim panas atau musim badai (typhoon season).
4. Gunakan Transportasi Umum: Menggunakan MTR atau bus umum jauh lebih disarankan daripada naik taksi, karena akses jalan di sekitar Convention Centre kerap mengalami kemacetan saat ada pameran skala Internasional.
Bunga Emas di Wan Chai bukan sekadar monumen logam berlapis warna kuning mengkilap. Bagi masyarakat Hong Kong dan dunia, patung Forever Blooming Bauhinia adalah penanda zaman—sebuah titik simpul tempat masa lalu kolonial, proses reuni sejarah, dan visi masa depan yang dinamis saling bertemu dalam satu ruang publik.
Menyaksikan kilau emasnya yang terpantul di air laut Victoria Harbour memberikan rasa kagum tersendiri. Jadi, saat kamu berkesempatan menginjakkan kaki di Hong Kong nanti, pastikan untuk mampir ke Wan Chai, berdiri di bawah kelopak cantiknya, dan rasakan sendiri kehangatan serta pesona dari sang Bunga Emas yang tak pernah layu ini! (Siti Nurhayati)
Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!
Klik Disini











