Inspirasi Kalbar
Beranda Berita Daya Beli Di Ujung Tahun, Pemerintah Siapkan Tiga Program untuk Masyarakat

Daya Beli Di Ujung Tahun, Pemerintah Siapkan Tiga Program untuk Masyarakat

Sumber: Threads @sekretariat.kabinet

InspirasiKalbar, Jakarta – Menjelang penghujung 2026, perhatian pemerintah kembali tertuju pada satu hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, daya beli. Harga kebutuhan, pendapatan rumah tangga, hingga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjadi bagian dari pembahasan pemerintah dalam menghadapi kuartal IV 2026 hingga memasuki 2027.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah jajaran pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 30 September 2026. Pertemuan tersebut membahas program stimulus ekonomi serta sejumlah kebijakan yang dipersiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat pada tiga bulan terakhir tahun ini. Materi tersebut juga disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet di Threads.

Dari Rekening hingga Bantuan Pangan

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembukaan rekening bagi warga negara berusia di atas 17 tahun. Program tersebut diarahkan kepada masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 hingga desil 4. Pemerintah masih melakukan pengecekan dan sinkronisasi data penerima dengan kementerian terkait.

Langkah ini menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan menjadi salah satu bagian yang ikut diperhatikan dalam kebijakan ekonomi akhir tahun. Bagi sebagian masyarakat, rekening bukan hanya tempat menyimpan uang, tetapi juga menjadi pintu untuk menerima berbagai bentuk bantuan pemerintah.

Di sisi lain, kebutuhan yang paling mendasar tetap menjadi perhatian. Pemerintah mengonfirmasi program bantuan pangan berupa beras 10 kilogram untuk periode tiga bulan. Bantuan tersebut ditujukan kepada 33.244.408 keluarga penerima manfaat yang berada dalam kelompok desil 1 sampai 4. Bantuan pangan itu membutuhkan anggaran sekitar Rp17,5 triliun dan direncanakan diberikan untuk periode Oktober hingga Desember 2026.

Bagi keluarga penerima, bantuan beras bukan sekadar angka dalam anggaran pemerintah. Beras merupakan salah satu kebutuhan pokok yang hampir selalu hadir di meja makan. Ketika kebutuhan tersebut dapat terbantu, sebagian pengeluaran rumah tangga dapat dialihkan untuk kebutuhan lainnya.

Ada Bantuan untuk Pekerja

Program berikutnya menyasar kelompok pekerja. Pemerintah kembali menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk sekitar 13,3 juta pekerja. Besaran bantuan disebut mencapai Rp300.000 per bulan selama tiga bulan. Penyalurannya direncanakan diberikan sekaligus untuk periode tersebut, dengan kebutuhan anggaran hampir Rp12 triliun.

Kebijakan ini menjadi bagian dari rangkaian program pemerintah untuk mempertahankan daya beli masyarakat pada akhir tahun. Uang yang diterima pekerja dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari konsumsi harian hingga kebutuhan lainnya.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah juga menghadapi tantangan ekonomi yang tidak hanya berasal dari dalam negeri. Laporan data visual Dewan Ekonomi Nasional pada September 2026 mencatat konsumsi rumah tangga masih tumbuh, tetapi tekanan terhadap daya beli masyarakat menengah bawah meningkat. Laporan itu juga mencatat inflasi konsumen sebesar 3,2 persen secara tahunan pada Agustus 2026.

Menjaga Ekonomi dari Rumah Tangga

Daya beli masyarakat memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi. Ketika masyarakat memiliki kemampuan berbelanja, aktivitas perdagangan dan sektor usaha ikut mendapatkan perputaran.

Karena itu, program bantuan pemerintah pada kuartal IV tidak hanya berkaitan dengan penerima bantuan secara langsung. Secara lebih luas, konsumsi masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga aktivitas ekonomi domestik.

Rapat yang dipimpin Presiden Prabowo tersebut memperlihatkan bagaimana pemerintah mempersiapkan sejumlah instrumen ekonomi menjelang pergantian tahun. Mulai dari akses rekening, bantuan pangan hingga subsidi upah, semuanya diarahkan untuk menjaga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan di tengah dinamika ekonomi.

Pada akhirnya, efektivitas program tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran. Ketepatan sasaran, akurasi data, serta kelancaran penyaluran menjadi bagian penting agar kebijakan benar-benar sampai kepada masyarakat yang dituju.

Kuartal IV 2026 pun menjadi periode penting bagi pemerintah untuk menjalankan program tersebut. Di balik angka jutaan penerima dan triliunan rupiah anggaran, terdapat kebutuhan sehari-hari masyarakat yang harus tetap berjalan: dapur yang harus mengepul, pekerja yang membutuhkan penghasilan, dan keluarga yang berusaha mempertahankan kehidupan hingga memasuki tahun 2027.(Fahrodin)

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
https://mancingjitu.com/