Inspirasi Kalbar
Beranda Berita Luas Karhutla Kalbar Tembus 28 Ribu Hektare, BPBD Perketat Patroli di Wilayah Rawan

Luas Karhutla Kalbar Tembus 28 Ribu Hektare, BPBD Perketat Patroli di Wilayah Rawan

Foto : Kebakaran Hutan dan lahan di Kalbar 2025.

Daftar isi:

[Sembunyikan] [Tampilkan]

Inspirasikalbar, Pontianak – Minggu 31 Mei 2026 – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat mencatat, sepanjang Januari hingga 31 Mei 2026, luas lahan yang terbakar telah mencapai 28.216,31 hektare.

Data tersebut menunjukkan adanya tren peningkatan luas lahan terbakar setiap bulan, seiring wilayah Kalimantan Barat memasuki musim kemarau.

Berdasarkan laporan Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Kalbar, tiga daerah dengan luas karhutla terbesar yakni Kabupaten Ketapang 7.861,98 hektare, Kubu Raya 7.877,02 hektare, dan Mempawah 6.066,83 hektare.

Ketiga wilayah tersebut menyumbang sekitar 77 persen dari total luas lahan yang terbakar di Kalimantan Barat.

Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius. BPBD pun meningkatkan patroli darat serta pemantauan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi karhutla.

Menurut Daniel, patroli ditingkatkan untuk mendeteksi keberadaan titik api sedini mungkin. Dengan demikian, penanganan dapat segera dilakukan sebelum api meluas.

“Kami terus meningkatkan patroli di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran hutan dan lahan. Tujuannya untuk mendeteksi titik api lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran meluas,” ujar Daniel, Minggu (31/5/2026).

Daniel menjelaskan, kawasan pesisir dan dataran rendah yang didominasi lahan gambut masih menjadi wilayah yang paling rentan mengalami karhutla.

Kondisi cuaca yang semakin kering, ditambah aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kejadian kebakaran.

Tidak hanya melakukan patroli, tim BPBD juga langsung melakukan pemadaman apabila menemukan titik api ketika melaksanakan pemantauan di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merambat dan meluas ke kawasan hutan maupun permukiman warga.

“Setiap temuan titik api akan segera ditindaklanjuti oleh tim di lapangan. Kami mengutamakan penanganan cepat agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas,” kata Daniel.

Luas Karhutla Terus Meningkat

Data BPBD Kalbar menunjukkan luas lahan yang terbakar mengalami peningkatan dari bulan ke bulan.

Pada Januari 2026, luas lahan terbakar tercatat 1.243,22 hektare. Angka tersebut meningkat menjadi 1.876,45 hektare pada Februari.

Kemudian pada Maret, luas lahan terbakar mencapai 4.682,34 hektare. Memasuki April, angka tersebut kembali meningkat menjadi 9.215,67 hektare.

Sementara sepanjang Mei 2026, luas lahan yang terbakar mencapai 11.198,63 hektare.

Melihat tren peningkatan tersebut, BPBD Kalbar mengimbau pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

“Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi risiko karhutla. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditangani,” tegas Daniel.

BPBD Kalbar memastikan koordinasi bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pemerintah kabupaten/kota, serta relawan terus diperkuat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya bersama untuk menekan potensi kebakaran hutan dan lahan sekaligus mempercepat penanganan apabila titik api ditemukan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Sumber:

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
mancingjitu slot thailand slot thailand