Inspirasi Kalbar
Beranda Daerah Bebas dari Ring of Fire, apakah kalimantan aman dari erupsi?

Bebas dari Ring of Fire, apakah kalimantan aman dari erupsi?

InspirasiKalbar, Sains – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas vulkanik paling tinggi di dunia. Letaknya berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, tempat sejumlah lempeng tektonik bertemu dan bergerak aktif. Deretan gunung api pun membentang dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga sebagian Sulawesi dan Maluku.

Berbeda dengan pulau lainya, kalimantan menjadi pulau yang relatif tenang atau aman dari aktivitas ini

Kalimantan tidak memiliki gunung api aktif. Bahkan, penelitian mengenai struktur kerak Borneo menunjukkan bahwa pulau ini secara relatif stabil, dengan jumlah gempa yang lebih sedikit dan hanya memiliki sejumlah gunung api Kuarter yang sudah tidak aktif.

Sebagian besar Kalimantan berada di kawasan Sundaland, sebuah blok benua yang secara tektonik relatif stabil dan merupakan bagian dari Lempeng Eurasia. Kondisi ini berbeda dengan wilayah selatan dan barat Indonesia yang berhadapan langsung dengan zona subduksi.

Di sepanjang Sumatra dan Jawa, Lempeng Indo-Australia bergerak menunjam ke bawah bagian Eurasia. Proses subduksi tersebut menjadi salah satu faktor utama terbentuknya busur gunung api Sunda. Penelitian tentang busur Sunda menunjukkan bahwa zona subduksi ini berkaitan erat dengan keberadaan gunung-gunung api aktif di wilayah tersebut.

Sederhananya, saat sebuah lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng lainnya, proses tersebut dapat memicu pelelehan material di kedalaman Bumi. Magma yang terbentuk kemudian dapat naik melalui kerak dan, jika mencapai permukaan, membangun gunung api.

Kalimantan tidak berada tepat di jalur subduksi seperti itu. Pulau ini terletak lebih ke dalam dari zona pertemuan lempeng yang menghasilkan rangkaian gunung api di Sumatra dan Jawa. Karena itu, kondisi geologinya jauh lebih tenang dibandingkan wilayah Indonesia yang berada di tepian aktif lempeng.

Bukan berarti Kalimantan sama sekali tidak memiliki sejarah vulkanisme. Aktivitas magmatik pernah terjadi di wilayah Borneo pada masa geologi yang jauh lebih tua. Bahkan, penelitian mengenai evolusi geologi Sundaland menunjukkan bahwa sejarah Kalimantan terbentuk melalui proses tektonik yang panjang dan kompleks, termasuk aktivitas magmatik serta pergerakan berbagai blok kerak Bumi.

Yang membedakan adalah aktivitas tersebut tidak berlangsung seperti sistem vulkanik aktif yang kini terlihat di sepanjang busur Sunda. Karena tidak berada di atas jalur subduksi aktif yang sama, Kalimantan tidak memiliki deretan gunung api aktif seperti Merapi, Semeru, atau Anak Krakatau.

Kontrasnya semakin jelas jika melihat kondisi Indonesia secara keseluruhan. Hingga saat ini, Indonesia memiliki lebih dari seratus gunung api yang masuk dalam berbagai kategori vulkanologi. Badan Geologi Kementerian ESDM menyebut terdapat 127 gunung api aktif di Indonesia, dengan 69 di antaranya dipantau secara terus-menerus oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Pada akhir Agustus 2026, misalnya, enam gunung api Indonesia bahkan mengalami erupsi dalam periode yang berdekatan, yaitu Ibu, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, Anak Krakatau, dan Sinabung. PVMBG menjelaskan bahwa erupsi tersebut merupakan dinamika vulkanik masing-masing gunung dan tidak berarti keenamnya saling memicu.

Di tengah kondisi tersebut, Kalimantan menjadi pengecualian yang menarik. Pulau ini tetap memiliki pegunungan dan bentang alam yang terbentuk melalui sejarah geologi panjang, tetapi tidak memiliki gunung api aktif yang menjadi ciri khas jalur Cincin Api Indonesia.

Tetapi, menyebut Kalimantan sebagai wilayah yang sepenuhnya “aman” juga kurang tepat. Tidak adanya gunung api aktif bukan berarti tidak ada risiko geologi sama sekali. Gempa bumi tetap dapat terjadi, sementara patahan dan proses tektonik lain tetap menjadi bagian dari dinamika kerak Bumi.

“zona aman” dalam konteks Kalimantan lebih tepat dipahami sebagai wilayah yang relatif lebih tenang dari aktivitas vulkanik, bukan wilayah yang terbebas dari seluruh ancaman geologi.

Di negara yang sebagian besar wilayahnya hidup berdampingan dengan gunung api, posisi Kalimantan menjadi semacam pengecualian geologis. Pulau ini berada cukup jauh dari jalur utama pembentukan gunung api aktif, bertumpu pada blok kerak yang relatif stabil, dan karena itulah lanskapnya berkembang tanpa deretan gunung api aktif seperti yang mendominasi banyak wilayah Indonesia lainnya. (Rida Ulkibria)

Temukan Berita terbaru dari Inspirasi Kalbar, hanya disini!

Klik Disini
Bagikan:

Iklan

// Tells WordPress to load the WordPress theme and inpput it.
https://mancingjitu.com/